Bekali Generasi Muda dengan Keterampilan, LDII Kebumen Gelar Pelatihan Pangkas Rambut

 

Kebumen (7/7). Sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang mandiri dan produktif, DPD LDII Kabupaten Kebumen menggelar Pelatihan Pangkas Rambut Gratis bagi generasi muda usia SMA hingga dewasa. Kegiatan ini berlangsung di Aula Sekretariat DPD LDII, Mertokondo, Kebumen, pada Minggu (29/6), dan diikuti sekitar 70-an peserta dengan penuh antusias.

Pelatihan pangkas rambut merupakan agenda rutin DPD LDII Kebumen yang digelar dua kali setahun sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian generasi penerus (generus).

Acara dibuka oleh Ketua PC LDII Kebumen, Iriyanto, yang menyampaikan apresiasi terhadap semangat para peserta. “Pelatihan ini adalah langkah konkret untuk membekali generus dengan keterampilan. Jika mereka sudah punya kemampuan, kelak setelah menikah tak perlu bingung mencari kerja bahkan bisa membuka usaha sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Yusron Hisbullah, juga mengungkapkan rasa bangganya melihat semangat para peserta. “Antusiasme luar biasa ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan menjadi mandiri sangat hidup di kalangan pemuda LDII,” katanya.

Untuk memastikan kualitas pelatihan, panitia menghadirkan instruktur profesional, Hasan Setiono. Dengan pengalaman yang mumpuni, beliau memberikan pembelajaran langsung tentang teknik dasar potong rambut secara praktis dan aplikatif.

Dukungan juga datang dari Ketua Dewan Penasihat LDII Kabupaten Kebumen, Sayid Raden Hamka Gus Septadi, yang memberikan pesan melalui sambungan telepon. “Pelatihan ini sejalan dengan misi besar LDII: mencetak generasi religius, mandiri, dan profesional. Kemandirian ekonomi itu penting, apalagi di era yang makin kompetitif. Dengan keterampilan, generus bisa mencari maisyah sendiri, bukan bergantung pada orang lain,” jelasnya.

Kegiatan ditutup dengan salat berjamaah dan makan bersama, dalam upaya mempererat ukhuwah di antara peserta dan panitia. Melalui pelatihan ini, potong rambut tidak hanya menjadi keahlian teknis, tetapi juga sarana untuk mencari rezeki yang halal, berkah, dan bentuk ikhtiar membangun kemandirian di tengah tantangan zaman.

 

Oleh: M. Fahrudin (contributor) / Riska Sabillah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.