LDII Sulsel Perkuat Wawasan di Munas X, dari Geopolitik hingga Ekoteologi

Jakarta (11/4). Musyawarah Nasional (Munas) X Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memasuki hari kedua dengan agenda penyampaian pandangan umum dari seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) se-Indonesia. Kegiatan berlangsung di Grand Ballroom Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Rabu (8/4/2026).

Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro, menyampaikan bahwa agenda utama hari kedua adalah mendengarkan tanggapan daerah terhadap laporan pertanggungjawaban Ketua Umum DPP LDII masa bakti 2021–2026. “Seluruh DPW menyampaikan pandangan dan evaluasi terhadap kinerja organisasi selama periode tersebut. Hal ini menjadi bagian dari proses penentuan arah kebijakan organisasi ke depan,” ujar Asdar.

Selain agenda utama, peserta Munas juga menerima pembekalan dari sejumlah narasumber. Materi yang disampaikan mencakup berbagai isu strategis yang relevan dengan dinamika nasional dan global.

Salah satu materi disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., yang mengangkat tema “Ekoteologi dalam Praktik: Peran Ormas Islam Membangun Kesadaran Lingkungan Berbasis Nilai Agama”.

Peserta juga memperoleh wawasan geopolitik dari Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, terkait penguatan ketahanan nasional di tengah dinamika global. Selain itu, Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Said Aqil Siroj, menyampaikan pentingnya penguatan ukhuwah Islamiyah dan nilai Islam wasathiyah. “Materi yang disampaikan menjadi bekal bagi pengurus, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam menjalankan program organisasi serta merespons dinamika kebangsaan,” kata Asdar.

Ia menambahkan, kegiatan Munas berlangsung intensif sejak pagi hingga malam hari. “Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dan berlanjut hingga malam, menunjukkan partisipasi aktif peserta dalam mengikuti seluruh agenda,” ujarnya.

Di sela kegiatan, peserta Munas juga mengunjungi GenFest, festival UMKM yang menampilkan berbagai produk usaha warga LDII. Kegiatan tersebut menghadirkan beragam produk, mulai dari kuliner hingga produk kreatif lainnya.

Selain itu, GenFest juga menampilkan program edukasi inklusif, seperti pembelajaran mengaji menggunakan bahasa isyarat bagi penyandang tunarungu. “Berbagai kegiatan yang ditampilkan menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam pengembangan ekonomi kreatif dan kegiatan sosial,” ujar Asdar.

Munas X LDII menjadi forum lima tahunan organisasi dalam membahas laporan pertanggungjawaban, arah kebijakan, serta program kerja ke depan.

 

Oleh: LDII SULSEL (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.