Persinas ASAD Jaksel Gelar Halal Bihalal Bersama LDII, Perkuat Pembinaan Karakter Generasi Muda

——————–
Jakarta (17/4). Pengkot PERSINAS ASAD Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar Halal Bihalal Padepokan PERSINAS ASAD Jakarta Selatan di Ruang Akhlaqul Karimah, Masjid Baitul Fatah, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Sabtu (4/4). Kegiatan ini dihadiri sekitar 60-an pengurus dan pelatih PERSINAS ASAD Jaksel.
Acara yang menjadi agenda tahunan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dan sinergi dengan DPD LDII Jakarta Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga pencak silat.
Wakil Ketua Pengkot PERSINAS ASAD Jakarta Selatan Supadi menyampaikan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana memperkuat ukhuwah dan membangkitkan semangat pembinaan.
“Halal bihalal ini bukan hanya saling memaafkan, tetapi juga menguatkan persatuan para pelatih dan pengurus. Dari sinilah semangat pembinaan lahir kembali, agar pencak silat menjadi jalan membentuk generasi muda yang berakhlak, disiplin, dan cinta tanah air,” ujar Supadi.
Ia menambahkan bahwa pencak silat sebagai warisan budaya bangsa harus terus dijaga melalui pelatihan yang terarah serta pembinaan mental dan spiritual yang kuat.
“PERSINAS ASAD hadir bukan hanya mencetak pendekar, tetapi membentuk karakter. Kita ingin para pelatih menjadi teladan, sehingga murid-murid kita kelak tumbuh menjadi generasi profesional dan religius menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Supadi menjelaskan bahwa sinergi dengan LDII Jakarta Selatan merupakan langkah strategis untuk memperluas pembinaan generasi penerus. Kerja sama ini mencakup penguatan program pelatihan, penanaman nilai-nilai luhur, serta peningkatan koordinasi antar pengurus.
“Dengan sinergi bersama LDII, pembinaan menjadi lebih kuat. Pencak silat kita arahkan tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga membangun ketahanan moral, disiplin, dan semangat kebangsaan,” jelasnya.
Pembina PERSINAS ASAD Jakarta Selatan KH. Aceng Karimullah, yang juga merupakan Dewan Penasihat (Wanhat) DPW LDII Jakarta, memberikan nasihat kepada seluruh pengurus dan pelatih.
“Pencak silat itu bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga latihan mengendalikan diri. Seorang pesilat yang baik adalah yang berakhlak baik, menghormati guru, menjaga persaudaraan, serta membawa manfaat di masyarakat,” tutur Aceng.
Ia mengingatkan bahwa kekompakan antar pelatih dan pengurus menjadi kunci keberhasilan pembinaan.
“Kalau pelatihnya rukun, pengurusnya kompak, insya Allah pembinaan berjalan baik. Dari masjid ini kita bangun generasi yang kuat iman, kuat akhlak, dan kuat semangat kebangsaannya,” lanjutnya.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh Ketua Padepokan, nasihat pembina, foto bersama, salat Dzuhur berjamaah, serta ramah tamah. Panitia berharap kegiatan ini dapat semakin mempererat hubungan antar pelatih dan pengurus sekaligus memperkokoh komitmen PERSINAS ASAD dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang bernilai luhur.
Melalui kegiatan ini, PERSINAS ASAD Jakarta Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda yang unggul, profesional, religius, serta berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.
Oleh: Hasbi (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
