Terima Pembekalan Mabes TNI, LDII Kota Kediri Fokus Siapkan Generasi Muda Hadapi Tantangan Transformasi Militer

Jakarta (7/4). Isu kedaulatan nasional menjadi salah satu pilar utama dalam pembahasan Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Pada sesi pembekalan Selasa (7/4), Kepala Bidang Psikologi Mabes TNI, Kolonel Laut Amir, memaparkan materi strategis bertajuk “Peran Komponen Bangsa Dalam Menjaga NKRI Di Era Transformasi Militer” di hadapan ribuan delegasi Munas X LDII 2026.

Kolonel Laut Amir menjelaskan bahwa transformasi militer saat ini merupakan proses perubahan mendalam yang mencakup doktrin, organisasi, strategi, hingga teknologi militer. Transformasi ini sejalan dengan visi TNI yang PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif). Namun, ia menegaskan bahwa kekuatan TNI tidak akan maksimal tanpa dukungan penuh dari seluruh komponen bangsa. “Pertahanan negara kita dibangun di atas sistem pertahanan semesta. Komponen bangsa, termasuk organisasi kemasyarakatan, memiliki peran vital sebagai kekuatan pengganda (multiplier effect) bagi TNI, terutama dalam menghadapi ancaman hibrida seperti perang siber, hoaks, hingga terorisme,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi terhadap budaya kedisiplinan dan pengelolaan lingkungan di lingkungan LDII, termasuk program pengolahan sampah tanpa sisa. Turut hadir mendampingi, Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Brigjen Chandra Adibrata, yang menekankan pentingnya peran ormas sebagai jembatan bagi cita-cita pemerintah, khususnya dalam aksi kemanusiaan dan penanganan bencana.

Menanggapi paparan strategis tersebut, Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyatakan bahwa wawasan kebangsaan yang disampaikan oleh Mabes TNI menjadi suntikan semangat bagi pengurus di daerah untuk semakin aktif dalam program bela negara. “Kami di LDII Kota Kediri memandang bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, melainkan kewajiban setiap warga negara sesuai bidang profesinya. Arahan dari Mabes TNI mengenai ancaman hibrida memberikan kesadaran bagi kami untuk lebih membentengi warga dari bahaya radikalisme dan hoaks yang dapat memecah belah persatuan. Kami siap menjadi bagian dari komponen cadangan yang mendukung kedaulatan NKRI melalui penguatan karakter bangsa,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menggarisbawahi pentingnya adaptasi organisasi di daerah terhadap era transformasi digital yang juga menjadi fokus TNI. Menurutnya, kesadaran bela negara di tingkat daerah harus diimplementasikan melalui aksi nyata di media sosial dan lingkungan sekitar. “Apa yang disampaikan mengenai ancaman hibrida sangat relevan dengan tantangan kami di daerah. Sebagai pengurus organisasi, kami memikul tanggung jawab untuk memastikan warga LDII, terutama generasi mudanya, memiliki ketahanan digital agar tidak mudah terprovokasi oleh konten negatif. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Kediri agar mampu menjadi mitra TNI yang andal dalam menjaga kedaulatan, baik secara fisik maupun melalui penguatan literasi dan etika informasi,” tegasnya.

Acara pembekalan ini ditutup dengan penekanan bahwa kerja sama antara TNI, Polri, dan alim ulama adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global yang semakin sulit diprediksi. LDII Kota Kediri menyatakan kesiapannya untuk terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pembinaan karakter warga yang taat hukum dan cinta tanah air.

 

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / FF (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Terima Pembekalan Mabes TNI, LDII Kota Kediri Fokus Siapkan Generasi Muda Hadapi Tantangan Transformasi Militer

Jakarta (7/4). Isu kedaulatan nasional menjadi salah satu pilar utama dalam pembahasan Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Pada sesi pembekalan Selasa (7/4), Kepala Bidang Psikologi Mabes TNI, Kolonel Laut Amir, memaparkan materi strategis bertajuk “Peran Komponen Bangsa Dalam Menjaga NKRI Di Era Transformasi Militer” di hadapan ribuan delegasi Munas X LDII 2026.

Kolonel Laut Amir menjelaskan bahwa transformasi militer saat ini merupakan proses perubahan mendalam yang mencakup doktrin, organisasi, strategi, hingga teknologi militer. Transformasi ini sejalan dengan visi TNI yang PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif). Namun, ia menegaskan bahwa kekuatan TNI tidak akan maksimal tanpa dukungan penuh dari seluruh komponen bangsa. “Pertahanan negara kita dibangun di atas sistem pertahanan semesta. Komponen bangsa, termasuk organisasi kemasyarakatan, memiliki peran vital sebagai kekuatan pengganda (multiplier effect) bagi TNI, terutama dalam menghadapi ancaman hibrida seperti perang siber, hoaks, hingga terorisme,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi terhadap budaya kedisiplinan dan pengelolaan lingkungan di lingkungan LDII, termasuk program pengolahan sampah tanpa sisa. Turut hadir mendampingi, Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Brigjen Chandra Adibrata, yang menekankan pentingnya peran ormas sebagai jembatan bagi cita-cita pemerintah, khususnya dalam aksi kemanusiaan dan penanganan bencana.

Menanggapi paparan strategis tersebut, Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyatakan bahwa wawasan kebangsaan yang disampaikan oleh Mabes TNI menjadi suntikan semangat bagi pengurus di daerah untuk semakin aktif dalam program bela negara. “Kami di LDII Kota Kediri memandang bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, melainkan kewajiban setiap warga negara sesuai bidang profesinya. Arahan dari Mabes TNI mengenai ancaman hibrida memberikan kesadaran bagi kami untuk lebih membentengi warga dari bahaya radikalisme dan hoaks yang dapat memecah belah persatuan. Kami siap menjadi bagian dari komponen cadangan yang mendukung kedaulatan NKRI melalui penguatan karakter bangsa,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menggarisbawahi pentingnya adaptasi organisasi di daerah terhadap era transformasi digital yang juga menjadi fokus TNI. Menurutnya, kesadaran bela negara di tingkat daerah harus diimplementasikan melalui aksi nyata di media sosial dan lingkungan sekitar. “Apa yang disampaikan mengenai ancaman hibrida sangat relevan dengan tantangan kami di daerah. Sebagai pengurus organisasi, kami memikul tanggung jawab untuk memastikan warga LDII, terutama generasi mudanya, memiliki ketahanan digital agar tidak mudah terprovokasi oleh konten negatif. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Kediri agar mampu menjadi mitra TNI yang andal dalam menjaga kedaulatan, baik secara fisik maupun melalui penguatan literasi dan etika informasi,” tegasnya.

Acara pembekalan ini ditutup dengan penekanan bahwa kerja sama antara TNI, Polri, dan alim ulama adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis global yang semakin sulit diprediksi. LDII Kota Kediri menyatakan kesiapannya untuk terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pembinaan karakter warga yang taat hukum dan cinta tanah air.

 

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / FF (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.