LDII Nabire Gelar Pengajian Umum, Tekankan Peningkatan Ketakwaan kepada Allah

Nabire (23/4). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire menggelar pengajian umum dengan tema “Pentingnya Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah”. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Minggu (19/4/2026).
Pengajian tersebut diikuti oleh warga LDII se-Kabupaten Nabire. Empat pemateri dihadirkan untuk menyampaikan materi keagamaan sekaligus wawasan organisasi. Pemateri pertama, Hendik Efendi, menyampaikan tafsir Al-Qur’an Surat Al-Anfal. Ia mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya sebagai jalan meraih surga.
“Ciri orang beriman adalah ketika ayat-ayat Allah dibacakan, hatinya menjadi takut dan keimanannya bertambah,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa hal tersebut mendorong seseorang untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Pemateri kedua, Kholid Azizi, menyampaikan tafsir hadis tentang pentingnya bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah. Ia menekankan bahwa kunci kebahagiaan dalam hidup adalah rasa syukur. “Apa pun yang Allah berikan kepada manusia merupakan yang terbaik,” katanya.
Pemateri ketiga, Pawiro, memaparkan wawasan organisasi. Ia menjelaskan sejarah berdirinya LDII yang sebelumnya bernama YAKARI dan LEMKARI, hingga pada tahun 1990, atas saran Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini, berubah menjadi LDII. Struktur kepengurusan LDII mulai dari tingkat DPP hingga DPD juga dijelaskan, termasuk fungsi organisasi dalam membina umat.
Acara ditutup dengan nasihat agama oleh Ganjar Waluyo. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya karena waktu merupakan hal yang sangat berharga. “Jika waktu terlewat tanpa dimanfaatkan dengan baik, maka akan mendatangkan kerugian,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat tiga pokok nikmat dari Allah SWT, yaitu nikmat dapat menetapi agama Islam, nikmat kesehatan dan keamanan, serta nikmat kaya hati, “Yakni kemampuan menerima segala pemberian Allah dengan lapang dada dan senantiasa bersyukur, baik atas nikmat kecil maupun besar,” tutupnya.
Oleh: Afid Mukmin (contributor) / FF (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
