Magetan (29/4). DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Magetan melakukan audiensi dengan Komando Distrik Militer 0804/Magetan di Markas Kodim 0804/Magetan, Senin (21/4), untuk membahas penguatan sinergi di bidang pembinaan masyarakat dan wawasan kebangsaan.
Audiensi tersebut dipimpin Ketua DPD LDII Magetan, Joko Pramono, dan diterima langsung oleh Komandan Kodim 0804/Magetan, Omi Girindra Sasmito.
Dalam pertemuan itu, Joko menyampaikan hasil Musyawarah Daerah (Musda) VIII LDII Magetan dan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII, termasuk agenda penguatan kolaborasi lintas sektor. “Kami ingin menyelaraskan gerak organisasi dengan program pembinaan teritorial TNI. LDII siap menjadi mitra strategis dalam merawat umat sekaligus menjaga keutuhan NKRI, khususnya di Magetan,” kata Joko.
Sejumlah agenda yang dibahas dalam audiensi tersebut antara lain penguatan wawasan kebangsaan melalui sosialisasi nilai-nilai Pancasila, pencegahan radikalisme di lingkungan pesantren dan majelis taklim, serta usulan program Pesantren Bela Negara.
Selain itu, kedua pihak juga membahas potensi kerja sama di bidang kesiapsiagaan bencana, termasuk pembentukan tim tanggap darurat, dukungan dapur umum, dan evakuasi saat terjadi bencana.
Isu deradikalisasi dan penguatan dialog kebangsaan juga menjadi salah satu fokus pembahasan, termasuk penyusunan narasi tandingan untuk menangkal paham ekstrem di masyarakat.
Di bidang pembinaan generasi muda, Kodim dan LDII membahas peluang pelatihan kedisiplinan dan kepemimpinan melalui kegiatan latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) dan kegiatan kepramukaan.
Menanggapi usulan tersebut, Omi menyatakan dukungannya terhadap rencana kolaborasi antara Kodim dan LDII. “TNI tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan seluruh komponen bangsa, termasuk LDII, sangat diperlukan. Program yang disampaikan juga menyentuh langsung masyarakat,” ujar Omi.
Ia mengatakan jajaran Kodim siap menindaklanjuti rencana kerja sama tersebut melalui pembahasan teknis di tingkat pelaksana, termasuk optimalisasi peran bintara pembina desa (Babinsa) di wilayah Koramil.
Audiensi ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk melanjutkan koordinasi dan merealisasikan program kolaborasi di lapangan.