Surabaya (2/5). Bank Syariah Indonesia bersama Lembaga Dakwah Islam Indonesia menggelar Program Inkubasi Bisnis melalui webinar pada Sabtu (25/4). Kegiatan tersebut diikuti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Jawa Timur, baik secara daring maupun luring di Gedung UMKM BSI Surabaya.
Program inkubasi bisnis ini bertujuan memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM, meliputi pengelolaan usaha, manajemen keuangan, pemasaran, serta akses pembiayaan berbasis syariah.
Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya mendukung pengembangan UMKM warga LDII yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. “UMKM LDII jumlahnya luar biasa, mulai dari mikro, kecil, hingga menengah. Mereka membutuhkan edukasi dan pembiayaan, dan BSI menawarkan solusi yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya mencakup akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha dan pengelolaan keuangan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usahanya. Menurutnya, jumlah peserta yang mendaftar mencapai sekitar 1.000 orang dari 117 titik di Jawa Timur.
Ketua Himpunan Pengusaha LDII (HPL) Jawa Timur, Ardian Muchtar, mengatakan forum tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi pelaku usaha untuk memperkuat perencanaan bisnis. “Banyak usaha berhenti bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak punya arah yang jelas,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Bank Syariah Indonesia Regional Office 12 Surabaya, Wahsi Prasodjo, menjelaskan program inkubasi bisnis merupakan bagian dari dukungan perbankan syariah terhadap pengembangan UMKM, termasuk pembinaan, pengelolaan keuangan, dan akses pemasaran. “Program ini ditujukan bagi UMKM LDII, mulai dari pembinaan, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran produk, sehingga mereka bisa bertumbuh bersama,” ujarnya.
Melalui program tersebut, peserta memperoleh materi terkait penguatan usaha, pengelolaan keuangan, serta pemanfaatan layanan keuangan syariah untuk mendukung pengembangan usaha.