Sapi Milik Warga LDII Polman Terpilih Jadi Hewan Kurban Bantuan Presiden

Polewali Mandar (17/5). Sapi milik warga LDII Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terpilih sebagai hewan kurban bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
Sapi jenis Simental bernama Bima tersebut memiliki bobot mencapai 1.053 kilogram dan dibeli dengan harga Rp110 juta setelah melalui proses seleksi ketat.
Pemilik sapi, Iskandar Ngani, mengaku bersyukur atas terpilihnya ternak yang dipeliharanya sebagai hewan kurban Presiden. “Alhamdulillah, saya sangat senang sekali sapi yang saya pelihara bisa dipilih sebagai hewan kurban Bapak Presiden,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum ditetapkan, sapi miliknya harus melalui proses seleksi dari sekitar 20 ekor sapi yang masuk dalam daftar calon di Provinsi Sulawesi Barat. Dari jumlah tersebut, hanya empat ekor yang terpilih, termasuk sapi miliknya. Rencananya, sapi tersebut akan disembelih di Masjid Jami Polewali.
Perawat sapi, Andrian Hendri Prayoga, mengungkapkan bahwa perawatan sapi berbobot besar membutuhkan perhatian khusus dan ketelatenan. “Merawat sapi besar memang memiliki tantangan tersendiri. Kami harus ekstra hati-hati karena sapi dengan bobot besar rentan terserang penyakit. Nafsu makan juga harus dijaga agar tetap stabil, dan setiap pagi serta sore hari sapi dimandikan,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan sapi tersebut terpilih sebagai hewan kurban Presiden tidak terlepas dari perawatan intensif, pemberian pakan berkualitas, serta pemantauan kesehatan secara rutin.
Terpilihnya sapi milik warga LDII Polman ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat setempat sekaligus menunjukkan bahwa peternak lokal mampu menghasilkan ternak berkualitas yang memenuhi standar nasional.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memotivasi peternak lain untuk meningkatkan kualitas ternak serta mendukung penguatan sektor peternakan dan perekonomian daerah.
Oleh: Shelynda Trifebriani Nursalam (contributor) / Dita Rahmatia (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
