Lampung Selatan (23/5). Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung menggelar rukyatul hilal penentuan awal Dzulhijjah 1447 Hijriah di rooftop Gedung Kuliah Umum 2 Institut Teknologi Sumatera (Itera), Minggu (17/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Kementerian Agama, BMKG, Pengadilan Agama Kalianda, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk DPW LDII Lampung.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Lampung, Ahmad Fikri Yulian, mengatakan posisi hilal awal Dzulhijjah 1447 H secara astronomis telah memenuhi kriteria imkanur rukyat. “Secara astronomis, posisi hilal awal bulan Dzulhijjah 1447 H telah memenuhi kriteria imkanur rukyat atau kemungkinan hilal dapat terlihat,” ujar Ahmad Fikri Yulian.
Ia menjelaskan, berdasarkan data hisab BMKG dan Kementerian Agama, saat matahari terbenam posisi hilal di titik pengamatan Itera berada pada ketinggian sekitar 5 derajat dengan elongasi 10 derajat 13 menit. Posisi tersebut telah memenuhi kriteria MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Ahmad Fikri menambahkan, penetapan resmi 1 Dzulhijjah 1447 H tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia yang didasarkan pada hasil hisab dan laporan rukyat hilal dari berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Lampung, Ahmat Nurdin, mengajak masyarakat mengikuti hasil sidang isbat yang diumumkan pemerintah. “Perbedaan dalam penentuan awal bulan hijriah merupakan hal yang telah lama dikenal dalam khazanah Islam. Karena itu, mari kita tetap menjaga ukhuwah, kebersamaan, dan saling menghormati demi terciptanya suasana yang rukun dan damai di tengah masyarakat,” ujar Ahmat Nurdin.