Lintas DaerahNasional

Gandeng BKR Wilis Sejahtera, PAC LDII Gunung Telihan adakan Penyuluhan Penanaman 29 Karakter Luhur melalui 8 Fungsi Keluarga

 

Foto Bersama Setelah Kegiatan. (FOTO : Lines)

Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Gunung Telihan bekerjasama dengan Bina Keluarga Remaja (BKR) Wilis Sejahtera Gunung Telihan menggelar Penyuluhan Penanaman 29 Karakter Luhur melalui 8 Fungsi Keluarga kepada ibu-ibu warga LDII Gunung Telihan di ruang pertemuan kantor sekretariat DPD LDII Kota Bontang, Komplek Masjid Baitul Musthofa, Gunung Telihan Sabtu (4/7).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja PAC Gunung Telihan dengan tujuan memberikan pengetahuan tentang pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter generasi muda. Keluarga adalah titik nol sekaligus benteng terakhir dalam pembentukan moral generasi penerus.

Jika benteng terakhir ini rusak, maka upaya bangsa Indonesia menuju generasi emas pada tahun 2045 mendatang terancam gagal. Keluarga memiliki peran krusial dalam membentuk karakter individu dan menjaga kestabilan sosial. 8 fungsi keluarga adalah pilar penting dalam membentuk ketahanan keluarga yang berkualitas.

Menurut BKKBN Kemendukbangga, kedelapan fungsi tersebut meliputi fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan. Keluarga yang harmonis dan berkualitas bisa dicapai dengan memaksimalkan kedelapan fungsi tersebut.

Ketua PAC LDII Gunung Telihan, Sutrisno dalam sambutan pembukaan kegiatan ini menyampaikan bahwa tengah arus perkembangan zaman yang semakin dinamis, pembentukan karakter generasi muda dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas. Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII menghadirkan konsep pendidikan karakter melalui program “29 Karakter Luhur” sebagai pedoman moral dan spiritual bagi generasi penerus bangsa.

Sutrisno mengatakan nilai-nilai tersebut merupakan implementasi ajaran Al-Qur’an dan Al-Hadits yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembinaan karakter menjadi langkah strategis agar generasi muda mampu menghadapi tantangan modern tanpa kehilangan nilai-nilai religius. “Karakter ini membentuk profesionalitas yang religius, sehingga individu bisa berkontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan negara,” ujar Sutrisno.

Sutrisno juga menguraikan, 29 Karakter Luhur LDII terbagi dalam beberapa pilar utama, di antaranya Tri Sukses Generus (berakhlakul karimah, alim dan faqih, serta mandiri, 6 Tabiat Luhur (rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, serta mujhid muzhid atau bersungguh-sungguh dalam bekerja dan beribadah), serta sejumlah karakter pendukung yang diterapkan secara berkesinambungan dalam kehidupan bermasyarakat.

Wiandha Riesta, S.Si Saat Memamaparkan Materi. (FOTO : Lines)

Hadir sebagai pemateri utama, Wiandha Riesta, S.Si, Ketua bidang Bimbingan Konseling PC LDII Bontang Barat yang sekaligus Ketua BKR Wilis Sejahtera. Dalam materinya, Riesta menekankan bahwa keberhasilan pendidikan karakter anak merupakan tanggung jawab kolektif antara ayah dan ibu. Ia menyebut lingkungan keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak.

“Pendidikan karakter bukan hanya tugas seorang ibu, tetapi juga ayah. Penanaman 29 karakter luhur dapat dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Hal ini sangat penting untuk membentuk generasi muda yang berakhlakul karimah, alim faqih, dan mandiri,” tegas Riesta.

Riesta juga membahas peran 8 fungsi keluarga untuk mendukung dan memaksimalkan penanaman 29 karakter luhur LDII dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhir materi, Riesta mengajak mengajak seluruh peserta untuk menyelaraskan 8 fungsi keluarga yang sudah dipaparkan dengan nilai-nilai agama. “Mari kita selaraskan ilmu yang sudah didapat dengan tuntunan Al-Qur’an dan Al Hadist. Saatnya kita praktikkan agar terwujud keluarga yang harmonis dalam agama, dengan niat lurus menuju surga. Saya berharap 50 peserta yang hadir dapat membawa perubahan positif dan menjadi motor penggerak keharmonisan di rumah masing-masing,” tutup Riesta.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif serta diselingi dengan tanya jawab, serta diakhiri dengan sesi foto bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *