Tekankan Peran Penting Dampingi Anak di Dunia Digital, PAC LDII Gunung Telihan Bekali Orang Tua dengan Literasi Digital

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara anak-anak belajar dan berkembang. Di era digital ini, perangkat seperti smartphone, tablet, dan komputer telah menjadi bagian integral dari kehidupan anak-anak.
Meskipun teknologi menawarkan banyak peluang untuk meningkatkan pendidikan, keberadaannya juga menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam mendidik anak-anak mereka. Peran orang tua menjadi semakin penting dalam memastikan bahwa anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif, sambil melindungi mereka dari dampak negatifnya.
Menyikapi hal tersebut, PAC LDII Gunung Telihan menyelenggarakan edukasi “Perlindungan Anak di Era Digital” bagi orang tua, pada hari Senin, 28 September 2026, yang disampaikan oleh Wiandha Riesta, dari bidang BK PC LDII Bontang Barat. Kegiatan ini membahas pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi dan penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam edukasi tersebut, orang tua diajak memahami bahwa perlindungan anak di era digital bukan berarti menjauhkan anak dari teknologi. Orang tua perlu hadir sebagai pendamping yang membantu anak menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangannya.
Selain pengawasan terhadap penggunaan gadget, pembahasan juga menekankan pentingnya keteladanan dan komunikasi dalam keluarga. Anak membutuhkan orang tua yang tidak hanya memberikan aturan dan nasihat, tetapi juga dapat menjadi tempat yang nyaman untuk bercerita dan menyampaikan apa yang sedang mereka alami.
Salah satu orang tua peserta menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat karena dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam memahami bagaimana orang tua mengontrol penggunaan gadget pada anak.
“Menjadi orang tua bukan hanya tentang memberi aturan, tetapi juga bagaimana menjadi contoh nyata buat anak dan menjadi teman bagi anak agar mereka merasa nyaman untuk bercerita dan menyampaikan apa yang sedang mereka alami.”
Peserta juga berharap edukasi serupa dapat terus diberikan karena membantu orang tua memahami anak di tengah perubahan zaman. Menurutnya, keterbukaan anak dapat tumbuh ketika orang tua tidak hanya menjadi pihak yang memberikan nasihat dan aturan, tetapi juga menjadi tempat untuk bercerita, berdiskusi, dan berbagi tanpa membuat anak merasa takut atau sungkan.
Bahkan, ruang kedekatan tersebut dapat dibangun melalui aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kegiatan ibadah, seperti menyimak bacaan atau hafalan anak. Aktivitas sederhana ini dapat menjadi kesempatan bagi orang tua dan anak untuk berinteraksi, berkomunikasi, sekaligus membangun kedekatan.
Melalui kegiatan ini, BK Bontang Barat berharap orang tua semakin memahami bahwa mendampingi anak di era digital bukan berarti menjauhkan anak dari teknologi, tetapi membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang cakap, bijak, dan aman dalam menggunakan teknologi.
