LDII Sulsel Konsolidasi di Luwu, Evaluasi Program 2025 dan Susun Agenda 2026

Luwu (1/1). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan menggelar konsolidasi pengurus LDII se-Sulawesi Selatan di Masjid Nurussalam, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, Jumat (26/12) malam. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi program kerja tahun 2025 sekaligus penyusunan arah kebijakan dan program strategis LDII Sulsel tahun 2026.
Dalam arahannya, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menekankan pentingnya penerapan manajemen organisasi yang akuntabel, khususnya dalam pengelolaan keuangan. Ia mengingatkan agar setiap program kerja dilaksanakan secara transparan, etis, dan bertanggung jawab.
Selain itu, KH Chriswanto menegaskan bahwa penyusunan program kerja 2026 harus tetap mengacu pada delapan klaster pengabdian LDII, dengan penyesuaian pada potensi dan kebutuhan masing-masing daerah. Menurutnya, program harus disusun secara realistis dan berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro menjelaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan memperkuat soliditas pengurus serta memastikan program LDII memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pada 2025, LDII Sulsel memfokuskan kontribusi di bidang kesehatan melalui program cek kesehatan gratis yang telah dilaksanakan di 21 titik di berbagai kabupaten dan kota. “Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan menjadi bukti bahwa LDII hadir membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Menatap tahun 2026, Asdar mengungkapkan bahwa LDII Sulawesi Selatan akan memfokuskan program pada mitigasi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi. Salah satu program utama yang akan digencarkan adalah gerakan penanaman pohon di berbagai daerah. “Penanaman pohon tidak hanya untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga sebagai langkah pencegahan banjir, longsor, dan dampak perubahan iklim,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh DPD LDII se-Sulawesi Selatan untuk aktif bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan, khususnya terkait mitigasi bencana.
Konsolidasi ini diharapkan menjadi fondasi penguatan peran LDII Sulawesi Selatan dalam pembangunan sumber daya manusia, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Oleh: LDII SULSEL (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
