LDII Jeneponto Jalin Kemitraan Literasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Jeneponto (28/1). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jeneponto menjalin kemitraan literasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto melalui kunjungan resmi yang berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Jalan M. Ali Gassing, Senin (19/1).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Nur Alim, menyambut kunjungan tersebut. Ia menilai LDII memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi yang edukatif, moderat, dan bernilai keislaman. “Majalah Nuansa dan kalender ini memiliki nilai literasi yang baik dan dapat menjadi bahan referensi yang bermanfaat bagi pengunjung perpustakaan serta masyarakat Jeneponto secara umum,” ujar Nur Alim.

Menurutnya, publikasi yang dimiliki LDII berpotensi menjadi sumber bacaan alternatif yang mencerahkan dan sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Nur Alim mengusulkan rencana kerja sama resmi melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto dengan DPD LDII Jeneponto. Salah satu poin kerja sama tersebut adalah penyediaan Majalah Nuansa dan kalender LDII secara rutin setiap dua bulan untuk koleksi perpustakaan daerah.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD LDII Jeneponto Nasution menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. “Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi bentuk kontribusi nyata LDII dalam mendukung program literasi pemerintah daerah serta memperluas akses masyarakat terhadap bacaan yang berkualitas dan bernilai edukatif,” ungkapnya.

Melalui sinergi ini, LDII Jeneponto menegaskan komitmennya untuk berperan aktif tidak hanya dalam dakwah keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan literasi dan edukasi berbasis nilai kebangsaan dan keislaman. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh positif dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Jeneponto.

Oleh: Ilmaddin Husain (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.