Gelar Pengajian Materi Khutbah, Cara Warga LDII Pahami Isi dan Makna Khutbah Berbahasa Arab

Manokwari (2/2). Setelah sukses menyelenggarakan Diklat Dakwah Peningkatan Kualitas Khatib selama sepekan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menindaklanjutinya di daerah. Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD) LDII Papua Barat bergerak cepat dengan menggelar Pengajian Materi Khutbah di Manokwari, Sabtu (31/1) atau bertepatan dengan 13 Syaban 1447 H.
Pengajian tersebut dilaksanakan secara hybrid dan direncanakan berlangsung rutin setiap akhir pekan, yakni Sabtu dan Ahad, hingga menjelang Ramadan 1447 H. Apabila belum tuntas, kegiatan akan dilanjutkan kembali setelah Idulfitri. Kegiatan ini ditujukan bagi para mubaligh LDII yang bertugas sebagai khatib salat Jumat maupun salat Idulfitri dan Iduladha di wilayah Manokwari dan Kabupaten Teluk Bintuni.
Dewan Penasihat (Wanhat) LDII Papua Barat Kuatman menjelaskan bahwa pengajian ini bertujuan meningkatkan kemampuan para khatib, sehingga pelaksanaan salat Jumat dan salat Hari Raya dapat berlangsung lebih khusyuk serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan iman dan takwa para warga LDII.
“Dengan pengajian materi khutbah ini, jamaah diharapkan dapat memahami arti dan pesan-pesan yang disampaikan. Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa warga tidak mengerti khutbah Jumat yang disampaikan dalam bahasa Arab,” jelasnya.
Ia menambahkan, materi yang dibahas mencakup berbagai tema dan judul khutbah yang disesuaikan dengan momentum serta kondisi aktual. Misalnya, menjelang dan selama bulan suci Ramadan, materi khutbah difokuskan pada keutamaan serta nilai-nilai ibadah di bulan tersebut.
Materi tersebut disusun dan disampaikan oleh ulama LDII, yakni Kholid Hidayat Habibullah dan Edi Susilo, yang sebelumnya mengikuti Diklat Dakwah Peningkatan Kualitas Khatib pada 13–18 Januari 2026 di Ballroom Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur.
Kegiatan ini diikuti pengurus LDII, imam masjid di bawah naungan LDII, serta para ulama, baik yang berstatus mubaligh tugasan dari DPP LDII maupun mubalig non-tugasan yang masih berdomisili di Manokwari.
Melalui pengajian tersebut, LDII Papua Barat berharap kualitas khutbah semakin meningkat, mudah dipahami warga, dan mampu memberikan pengaruh positif dalam pembinaan keimanan serta ketakwaan umat.
Oleh: Agus Irawan (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
