Tingkatkan Kualitas, LDII Bone Gelar Seminar Metode Pengajaran

Bone (28/1). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bone menggelar Seminar Metode Pengajaran bagi Tenaga Pengajar TPA Al-Amin sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran generasi penerus. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Nurul Manshurin, Jalan Ahmad Yani, Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/1).
Dalam pemaparannya, pemateri utama Nasarudin Vanath menekankan pentingnya fleksibilitas dalam proses mengajar. Menurutnya, pendidik tidak boleh terpaku pada satu metode tertentu, melainkan harus mampu menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan karakter dan kebutuhan peserta didik. “Tidak ada satu metode yang terbaik. Metode terbaik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan generus,” tegas Nasarudin di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada kemampuan pengajar dalam memadukan berbagai metode secara tepat, agar materi dapat diterima dengan baik sekaligus membangun suasana belajar yang menyenangkan.
Para peserta mengikuti materi, diskusi, serta sesi refleksi bersama terkait pengalaman dan tantangan pengajaran yang mereka hadapi di lingkungan TPA. Diskusi dua arah membuka ruang berbagi praktik baik sekaligus solusi atas persoalan pembelajaran di lapangan.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Bone berharap para pengajar Generus semakin memiliki wawasan, kreativitas, dan kesiapan dalam mendidik generasi penerus. Dengan metode pengajaran yang lebih efektif dan humanis, pembinaan diharapkan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, serta berlandaskan 29 Karakter Luhur yang menjadi nilai utama pembinaan LDII.
Seminar tersebut sekaligus menegaskan peran strategis tenaga pengajar sebagai ujung tombak pembinaan generasi masa depan, agar pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek keilmuan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.
Oleh: Ilmaddin Husain (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
Bone (28/1). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bone menggelar Seminar Metode Pengajaran bagi Tenaga Pengajar TPA Al-Amin sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran generasi penerus. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Nurul Manshurin, Jalan Ahmad Yani, Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/1).
Dalam pemaparannya, pemateri utama Nasarudin Vanath menekankan pentingnya fleksibilitas dalam proses mengajar. Menurutnya, pendidik tidak boleh terpaku pada satu metode tertentu, melainkan harus mampu menyesuaikan pendekatan pembelajaran dengan karakter dan kebutuhan peserta didik. “Tidak ada satu metode yang terbaik. Metode terbaik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan generus,” tegas Nasarudin di hadapan peserta.
Ia menjelaskan, keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada kemampuan pengajar dalam memadukan berbagai metode secara tepat, agar materi dapat diterima dengan baik sekaligus membangun suasana belajar yang menyenangkan.
Para peserta mengikuti materi, diskusi, serta sesi refleksi bersama terkait pengalaman dan tantangan pengajaran yang mereka hadapi di lingkungan TPA. Diskusi dua arah membuka ruang berbagi praktik baik sekaligus solusi atas persoalan pembelajaran di lapangan.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Bone berharap para pengajar Generus semakin memiliki wawasan, kreativitas, dan kesiapan dalam mendidik generasi penerus. Dengan metode pengajaran yang lebih efektif dan humanis, pembinaan diharapkan mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, serta berlandaskan 29 Karakter Luhur yang menjadi nilai utama pembinaan LDII.
Seminar tersebut sekaligus menegaskan peran strategis tenaga pengajar sebagai ujung tombak pembinaan generasi masa depan, agar pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek keilmuan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.
Oleh: Ilmaddin Husain (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
