Kota Jambi (2/2). Untuk mempererat silaturahim sekaligus menyusun agenda strategis organisasi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Jambi menggelar musyawarah rutin di Mushola Al Abror, Kecamatan Jambi Timur, Jumat (30/1).
Musyawarah tersebut dipimpin Ketua DPD LDII Kota Jambi Sukarno bersama Sekretaris Wahyudi. Pertemuan yang dihadiri seluruh pengurus itu difokuskan pada pembahasan rancangan program kerja tahun 2026 dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh semangat kebersamaan.
Musyawarah menjadi sarana penting untuk mengevaluasi capaian program sebelumnya sekaligus merancang langkah-langkah konkret ke depan. Tujuannya agar setiap kegiatan dakwah dan pemberdayaan umat dapat terencana dengan baik, terukur, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kota Jambi.
Dalam arahan pembukaannya, Sukarno menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam pelaksanaan program kerja. Ia berharap program yang disusun mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Tahun 2026 harus menjadi tahun aksi nyata. Program kerja yang kita susun hari ini harus bisa menyentuh langsung kebutuhan umat, mulai dari bidang pendidikan, sosial, hingga ekonomi. Mari kita bekerja dengan prinsip profesionalitas dan keikhlasan,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Penasihat (Wanhat) DPD LDII Kota Jambi Sukat mengingatkan agar semangat dakwah bil hal (aksi nyata) menjadi ruh dalam setiap agenda organisasi.
“Ke depan, pengurus LDII Kota Jambi harus lebih aktif menebarkan dakwah bil hal. Dengan keteladanan dan kontribusi nyata di masyarakat, insya Allah organisasi kita akan lebih maju dan diterima semua kalangan,” harapnya.
Apresiasi juga disampaikan salah satu tokoh LDII yang hadir, Faqih Abdillah. Ia menilai proses penyusunan program kerja dilakukan secara partisipatif dan optimistis dapat direalisasikan dengan baik.
“Dengan rida Allah dan kerja sama seluruh pengurus, saya yakin susunan program kerja 2026 ini bisa dilaksanakan dengan sukses, aman, lancar, dan barokah. Semoga setiap langkah bernilai ibadah dan membawa manfaat,” tuturnya.
Rancangan program kerja yang dibahas meliputi peningkatan kualitas pendidikan agama melalui majelis taklim, pembinaan kepemudaan, kegiatan bakti sosial, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Musyawarah ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh rencana yang telah disusun dapat membawa kemaslahatan bagi masyarakat Kota Jambi dan Indonesia.