LDII Mojoagung Gelar Halal Bihalal, Wabup Jombang Apresiasi Peran Organisasi

Jombang (18/4). PC LDII Kecamatan Mojoagung menyelenggarakan kegiatan halal bihalal di Aula Masjid Al Faqih, Jombang, Minggu (12/4). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin, tokoh agama, serta ratusan warga LDII dalam rangka silaturahim Syawal 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jombang Salmanudin, yang akrab disapa Gus Salman, mengapresiasi peran LDII yang dinilai aktif mendukung program pemerintah daerah. Ia menyebut kontribusi LDII cukup terasa, terutama dalam pembinaan karakter warga dan menjaga situasi tetap kondusif di tingkat kecamatan.

“Terima kasih kepada PC LDII Mojoagung yang selama ini ikut menjaga sinergi dan kondusivitas wilayah,” ujarnya.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan daerah. Di tengah tantangan sosial, termasuk maraknya disinformasi, ia mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

“Kerukunan itu harus dibiasakan. Saling menghargai dan menahan diri itu kunci,” tambahnya.

Gus Salman berharap warga LDII terus menjadi contoh dalam menjaga harmoni sosial. Ia menilai kekompakan dan kepedulian sosial menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan yang rukun.

Sementara itu, Ketua PC LDII Mojoagung Abdul Rozak menegaskan komitmen organisasinya untuk sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Jombang. Ia menyampaikan pembinaan warga terus diarahkan pada kepatuhan terhadap aturan serta memberikan kontribusi positif di lingkungan.

“Kehadiran Wakil Bupati menjadi penyemangat bagi kami untuk terus membina warga agar profesional dan religius, sekaligus menjaga budaya guyub rukun,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari Forkopimcam hingga jajaran kecamatan, untuk terus memperkuat budaya gotong royong sebagai kearifan lokal dalam menjaga stabilitas wilayah.

 

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Dita Rahmatia (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.