Rakercab Pramuka Gunungkidul Hasilkan Program Adaptif di Era Digital

Gunungkidul (20/4). Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Gerakan Pramuka Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026 menghasilkan sejumlah program kerja yang adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan era digital. Kegiatan tersebut digelar di Sanggar Pramuka Kwarcab Gunungkidul, Sabtu (11/4).
Rakercab dihadiri jajaran pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Gunungkidul serta tamu undangan sebagai peninjau. Forum ini menjadi agenda strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja kepramukaan ke depan.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menegaskan pentingnya transformasi gerakan pramuka agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, pramuka harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas pembinaan generasi muda. “Transformasi digital menjadi keniscayaan. Pramuka harus mampu memanfaatkan teknologi agar lebih adaptif dan menarik bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan karakter tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kegiatan kepramukaan. Melalui pendekatan pelatihan yang modern dan kontekstual, Gerakan Pramuka diharapkan mampu mencetak generasi yang mandiri, tangguh, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Turut hadir Ketua Satuan Komunitas (Sako) Sekawan Persada Nusantara (SPN) Gunungkidul, H. Drs. Suharyanto, M.M., yang menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan tersebut. Ia menyampaikan bahwa Sako SPN terus menguatkan implementasi pendidikan berbasis karakter dalam setiap kegiatan.
“Sejalan dengan poin-poin pramuka saat ini, kami di Sako SPN Gunungkidul sedang gencar menanamkan 29 karakter luhur dalam setiap aktivitas pramuka. Ini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing,” ungkapnya.
Melalui Rakercab ini, diharapkan program kerja yang telah disusun mampu menjawab tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan. Sinergi antara Kwarcab dan Sako di Gunungkidul dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pramuka yang modern dan berkarakter.
Oleh: Fajar Sodiq (contributor) / Dita Rahmatia (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
