Malang (22/4). Santri Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al-Kautsar Malang meraih Silver Medal pada ajang Bandung Essay Competition 3 (BEC 3) tingkat nasional melalui inovasi di bidang pertanian berbasis teknologi.
Peserta bernama Dimas Ragil Aditya, mahasiswa Politeknik Negeri Malang, mengusung karya berjudul “Smart Irrigation: Sistem Chemical Neutralizer Otonom Berbasis IoT dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”.
Kompetisi yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dimas meraih penghargaan pada kategori pertanian.
Dalam keterangannya, Dimas menjelaskan sistem yang dikembangkannya berfungsi untuk memantau dan menstabilkan kualitas air irigasi. “Sistem ini menggunakan sensor seperti pH, EC, dan TDS untuk memantau kondisi air, kemudian data dianalisis melalui IoT. Setelah itu, unit chemical neutralizer bekerja menetralkan zat berbahaya sebelum air dialirkan kembali ke sawah secara real-time,” ujarnya.
Ia menyebutkan gagasan tersebut dilatarbelakangi kondisi kualitas air irigasi. “Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif bagi petani, khususnya di daerah yang terdampak limbah,” katanya.
Selain itu, ia menyampaikan partisipasinya dalam kompetisi sebagai sarana pengembangan diri. “Saya ingin mengasah kemampuan berpikir kritis, menyalurkan ide inovatif, sekaligus menambah pengalaman dan memperluas relasi,” ungkapnya.
Keikutsertaan dalam ajang tersebut menunjukkan partisipasi santri dan mahasiswa dalam kompetisi tingkat nasional melalui karya berbasis teknologi.