LDII Kota Kediri Studi Banding ke Pomosda Nganjuk

Nganjuk (29/4). Jajaran pengurus DPD LDII Kota Kediri melakukan silaturahim dan studi banding ke Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa (Pomosda), Kamis (23/4). Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari tata kelola lingkungan, mulai dari pengolahan sampah mandiri, urban farming, hingga penerapan konsep eco pesantren.
Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi program strategis LDII, khususnya pada bidang ketahanan pangan dan lingkungan hidup. “Melalui kunjungan ini, kami ingin belajar bagaimana pengelolaan sampah dan ketahanan pangan dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan pesantren, sehingga santri tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, LDII memiliki delapan program pengabdian untuk bangsa yang mencakup bidang kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, energi terbarukan, serta teknologi digital.
Dalam rombongan, Ketua Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, Asyhari Eko Prayitno, menilai konsep eco pesantren yang diterapkan Pomosda relevan untuk dikembangkan di Kota Kediri, terutama dalam pemanfaatan lahan terbatas. “Pesantren tidak boleh hanya menjadi penghasil sampah, tetapi juga harus mampu mengolahnya menjadi sumber daya yang bermanfaat. Konsep urban farming dan pengelolaan limbah seperti ini sangat inspiratif,” katanya.
Sementara itu, Pengurus Pomosda, Onggo, mengatakan pengelolaan lingkungan di pesantren merupakan bagian dari pendidikan karakter santri. “Kami ingin santri terbiasa hidup ramah lingkungan, mulai dari memilah sampah, mengolah limbah, hingga memanfaatkan lahan untuk pertanian produktif. Ini bagian dari membangun kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Rombongan disambut jajaran pengurus Pomosda dan diajak melihat langsung sistem pengelolaan sampah terpadu, pemanfaatan lahan untuk pertanian produktif, serta penerapan prinsip ramah lingkungan dalam aktivitas pesantren sehari-hari.
Kegiatan diakhiri dengan peninjauan instalasi pengolahan limbah organik, area urban farming, dan laboratorium pupuk mandiri milik Pomosda. Melalui kunjungan ini, LDII Kota Kediri berharap dapat mengadopsi praktik baik yang relevan untuk diterapkan di lingkungan dakwah dan pesantren di Kota Kediri.
Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
