Banyuwangi (1/5). Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi melakukan verifikasi lapangan terhadap rencana pendirian SD Budi Utomo Banyuwangi yang dikelola Yayasan Arroyan Jajag Banyuwangi, Selasa (28/4/2026). Verifikasi dilakukan sebagai bagian dari proses penerbitan izin operasional sekolah.
Tim verifikasi meninjau sejumlah sarana dan prasarana penunjang pendidikan di lingkungan sekolah. Kunjungan tersebut diterima oleh Ketua Yayasan Arroyan Jajag Banyuwangi, Aulia Rahman, bersama Dewan Penasehat DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Banyuwangi, KH Munir.
Kasubag Perencanaan dan Program Dinas Pendidikan Banyuwangi, Muisman, menjelaskan bahwa verifikasi lapangan dilakukan setelah yayasan melengkapi persyaratan administratif, termasuk rekomendasi dari sekolah sekitar. “Secara aturan, pendirian SD baru minimal berjarak 1,5 kilometer dari sekolah yang sudah ada. Namun, ada pengecualian untuk sekolah yang berbasis pondok pesantren,” ujar Muisman.
Ia menambahkan bahwa selain kesiapan fisik, kualitas pembelajaran dan program pendidikan juga menjadi aspek penting dalam pengembangan sekolah baru.
Ketua Yayasan Arroyan Jajag Banyuwangi, Aulia Rahman, menjelaskan bahwa SD Budi Utomo Banyuwangi dirancang dengan konsep integrasi pendidikan karakter, religiusitas, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Kami ingin membentuk generasi Islami yang unggul dalam IPTEK serta kokoh dalam iman, takwa, dan akhlakul karimah,” ujarnya.
Sementara itu, KH Munir menyampaikan bahwa pendidikan karakter menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan sekolah, dengan penekanan pada nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kesantunan sejak usia dini. “Selain pendidikan karakter, kami juga ingin menghadirkan proses belajar yang aktif dan menyenangkan agar anak-anak berkembang secara intelektual maupun spiritual,” katanya.
Verifikasi lapangan ini menjadi tahapan penting dalam proses pendirian sekolah sebelum penerbitan izin operasional oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.