Kediri (1/5). Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kota Kediri menggelar Pengajian Pemuda di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Minggu (26/4/2026), sebagai bagian dari pembinaan generasi muda agar memiliki ketahanan mental, spiritual, dan kemandirian di tengah perkembangan era digital.
Dalam pengajian tersebut, Ustaz Dian Aristandi menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dan pola pikir di tengah berbagai persoalan kehidupan yang dihadapi generasi muda. “Setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidup, namun sebesar apa pun masalah yang dihadapi, kita harus tetap menjaga mental dan pola pikir yang sehat,” ujar Dian.
Ia menjelaskan bahwa setiap ujian hidup perlu dihadapi dengan kesabaran, ikhtiar, dan keimanan agar seseorang mampu menjalani kehidupan dengan lebih baik. Menurutnya, pembinaan generasi muda di lingkungan LDII diarahkan pada konsep Tri Sukses Generus, yakni alim faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri.
Selain itu, Dzikir Satya Atmaja menyampaikan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi dunia usaha, termasuk memahami aspek legalitas dalam menjalankan bisnis. “Generasi muda perlu memiliki keseimbangan antara kekuatan spiritual dan kesiapan mental agar mampu menghadapi tantangan hidup dengan bijak dan bertanggung jawab,” katanya.
Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, mengatakan pembinaan generasi muda menjadi salah satu fokus organisasi dalam menghadapi tantangan era digital. “Melalui pengajian seperti ini, kami berharap generasi muda tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap menjalani kehidupan secara mandiri dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LDII Kota Kediri dalam membekali generasi muda dengan pemahaman agama, ketahanan mental, dan kemandirian sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan. (kim/sof/wid)