LDII Magetan dan Kemenag Perkuat Sinergi Pesantren dan Pembinaan Umat

Magetan (30/4). DPD LDII Kabupaten Magetan terus memperkuat sinergi dan komunikasi dengan berbagai stakeholder dalam pembinaan umat. Salah satunya melalui silaturahmi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan, Senin (20/4).
Jajaran DPD LDII Magetan yang dipimpin Ketua H. Joko Pramono, diterima Pelaksana Tugas Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Magetan, Ridwan Yulianto beserta Pelaksana Tugas Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Nurdin Hidayat di kantor Kemenag setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Joko Pramono menegaskan komitmen LDII untuk terus berkontribusi dalam pembinaan umat melalui bidang dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah agar program yang dijalankan semakin optimal.
“Kami ingin terus memperkuat sinergi dengan Kemenag, khususnya dalam memastikan layanan keagamaan berjalan baik dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Joko.
Salah satu poin yang dibahas adalah perizinan operasional pondok pesantren naungan LDII. Menurutnya, kelengkapan legalitas menjadi bagian penting dalam mendukung tertib administrasi dan peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.
“Kami berharap ada pendampingan dari Kemenag agar proses perizinan pondok pesantren dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan,” katanya.
Joko juga menyampaikan hasil Musyawarah Daerah (Musda) VIII LDII Magetan serta Musyawarah Nasional (Munas) X LDII. Ia menegaskan bahwa program LDII ke depan akan terus diselaraskan dengan kebijakan pemerintah, khususnya Kemenag.
Selain itu, LDII mengusulkan kerja sama dalam kalibrasi arah kiblat di masjid-masjid naungannya serta kesiapan bersinergi dalam pembinaan calon jemaah haji, termasuk sosialisasi regulasi dan penguatan manasik.
Menanggapi hal tersebut, Ridwan Yulianto menyampaikan apresiasi atas inisiatif silaturahmi LDII. Ia menegaskan bahwa Kemenag Magetan terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk membangun komunikasi dan sinergi. Kami siap memfasilitasi, termasuk terkait perizinan pondok pesantren dan layanan keagamaan lainnya,” ujar Ridwan.
Sementara itu, Nurdin Hidayat menambahkan bahwa sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah menjadi faktor penting dalam keberhasilan program pembinaan keagamaan.
“Ketika ormas dan pemerintah berjalan bersama, program akan lebih efektif menjangkau masyarakat,” katanya.
Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
