Perkuat Digitalisasi Organisasi, DPD LDII Kebumen Hadiri Rakor TIAT dan KIM se-Jawa Tengah

Kendal (29/4). DPD LDII Kabupaten Kebumen menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Teknologi, Informasi, Aplikasi, dan Telematika (TIAT) serta Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) yang diselenggarakan DPW LDII Provinsi Jawa Tengah di Aula Pondok Pesantren Genrus Nusantara Boarding School (GNBS), Kabupaten Kendal, pada Minggu (26/4). Kegiatan ini diikuti sekitar 120 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Rakor tersebut menjadi forum strategis dalam menyelaraskan langkah untuk memperkuat digitalisasi organisasi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan media digital di lingkungan LDII.
Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono, dalam arahannya menegaskan bahwa perkembangan teknologi merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Ia menyebut digitalisasi kini menjadi kebutuhan utama dalam tata kelola organisasi modern. “Perkembangan media sosial saat ini sangat pesat dan inklusif. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi organisasi dakwah untuk menyebarkan pesan kebaikan secara luas dan sistematis,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hampir seluruh lapisan masyarakat telah terhubung secara digital, sehingga media sosial perlu dimanfaatkan sebagai sarana utama dalam menyampaikan dakwah yang sejuk dan menyejukkan.
Perwakilan DPD LDII Kabupaten Kebumen yang hadir, yakni dari bidang TIAT Galan Abdi Muhammad dan Cahyo Afrianto, serta dari bidang KIM Muhammad Fahrudin. mengapresiasi penyelenggaraan Rakor tersebut. Mereka menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan pengelolaan organisasi di tingkat daerah.
“Kegiatan ini sangat strategis. Kami mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana mengelola organisasi secara lebih modern, transparan, dan berbasis teknologi,” ujar mereka.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kabupaten Kebumen menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, guna meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
Oleh: M. Fahrudin (contributor) / Dita Rahmatia (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
