Pengajian Umum LDII Luwu Timur di Sorowako, Tekankan Nilai Kurban dan Program 3K

Luwu Timur (1/5). DPD LDII Kabupaten Luwu Timur menggelar pengajian umum di zona Sorowako, Kecamatan Nuha, di Masjid Al-Fattah, Minggu (26/4). Kegiatan ini diikuti warga LDII dari Kecamatan Nuha, Towuti, dan Wasuponda.

Pengajian yang berlangsung secara tatap muka tersebut merupakan bagian dari agenda rutin LDII dalam membina umat sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris DPD LDII Luwu Timur, Basruddin, Ketua Dewan Penasehat Abd. Qodir Sanusi, serta jajaran pengurus harian lainnya. Acara dimulai pukul 09.00 WITA dan dipandu oleh MC Erlangga Endi Suhendi.

Dalam sambutannya, Basruddin menegaskan bahwa pengajian yang dilaksanakan di dua zona, yakni Sorowako dan Tomoni, menjadi langkah strategis dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, amanah, dan kompak.

“Pengajian ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang menetapkan Dody Taufiq Wijaya sebagai Ketua Umum DPP LDII, didampingi Tri Gunawan Hadi sebagai Sekretaris Umum dan Richan Mudzakar sebagai Bendahara Umum.

Dalam kesempatan tersebut, Basruddin mengajak warga LDII untuk terus berkontribusi melalui program “3K”, yakni komunikasi, kontribusi, dan karya, sebagai bentuk peran aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sesi inti pengajian diisi oleh Ustadz Mohsin yang mengulas makna ibadah kurban berdasarkan Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 34–37. Ia menegaskan bahwa kurban merupakan wujud ketaatan dan keikhlasan kepada Allah SWT.

“Kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi bentuk ketakwaan. Allah tidak melihat daging dan darahnya, melainkan ketulusan hati dalam beribadah,” jelasnya.

Ia menambahkan, ibadah kurban juga memiliki dimensi sosial yang kuat, karena mengajarkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menutup kegiatan, Ketua Dewan Penasehat LDII Luwu Timur, Abd. Qodir Sanusi, mengingatkan pentingnya menjaga akhlak serta memperkuat kerukunan dan kekompakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jauhi sifat buruk seperti prasangka, iri hati, ghibah, dan adu domba. Kerukunan harus dijaga karena menjadi fondasi utama membangun komunitas yang harmonis,” tegasnya.

Pengajian ditutup pukul 11.15 WITA dengan doa bersama, menandai berakhirnya kegiatan yang sarat nilai spiritual dan sosial tersebut.

 

Oleh: Ilmaddin Husain (contributor) / Dita Rahmatia (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.