Pelepasan 59 Calon Jamaah Haji LDII di Surabaya, KBIHU Hudallil Muttaqin Beri Pembekalan

 

Surabaya (2/5). Sebanyak 59 calon jamaah haji warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Hudallil Muttaqin mengikuti acara pelepasan di GSG Sabilurosyidin, Surabaya, Minggu (26/4). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pembekalan manasik sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.

Dewan Penasihat LDII, Abu Said, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya rasa syukur atas kesempatan menunaikan ibadah haji. Menurutnya, ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang tidak semua orang diberi kesempatan untuk melaksanakannya. “Haji adalah panggilan Allah. Tidak semua orang yang mampu secara materi bisa berangkat. Karena itu, bagi yang mendapat kesempatan ini wajib bersyukur dan meluruskan niat semata-mata karena Allah,” ujar Abu Said.

Ia mengingatkan jamaah agar menjalankan ibadah sesuai tuntunan yang telah dipelajari selama manasik. Menurutnya, pemahaman yang benar menjadi bekal penting agar ibadah berjalan tertib dan sesuai syariat. “Jangan hanya ikut-ikutan. Manasik yang sudah dipelajari harus benar-benar dipahami dan diamalkan, karena ilmu itu menjadi panduan utama selama di Tanah Suci,” katanya.

Selain kesiapan ilmu, Abu Said juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji memerlukan stamina yang baik karena rangkaian ibadah cukup padat dan menguras tenaga. “Haji itu ibadah fisik. Jaga kesehatan, istirahat yang cukup, dan siapkan kebutuhan pribadi termasuk obat-obatan agar ibadah bisa berjalan lancar,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak doa dan bertawakal agar seluruh proses ibadah diberikan kemudahan dan keselamatan. “Mohon kepada Allah agar diberi kelancaran, kesehatan, keselamatan, dan pulang menjadi haji yang mabrur,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KBIHU Hudallil Muttaqin, Muhaimin, melaporkan total jamaah yang diberangkatkan berjumlah 59 orang. Sebanyak 31 jamaah berasal dari Surabaya, 23 dari Gresik, dua dari Lumajang, dua dari Sidoarjo, dan satu dari Jombang. “Seluruh jamaah telah mengikuti manasik secara rutin sejak 19 Oktober 2025 hingga 19 April 2026, dengan total sekitar 20 kali pertemuan. Ini kami lakukan agar jamaah benar-benar siap, baik secara ilmu maupun mental,” ujar Muhaimin.

Ia menjelaskan, seluruh jamaah tergabung dalam gelombang pertama, yakni kloter 51, dengan rute keberangkatan dari Surabaya menuju Madinah. “Kami berharap seluruh jamaah diberikan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, diberi kesehatan, dan kembali ke Tanah Air dengan selamat serta memperoleh haji mabrur,” pungkasnya. 

Oleh: Sofyan Gani (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.