Sinergi LDII Banten dan DPMD, Dorong Ekonomi Kreatif Santri
Serang (5/5). DPW LDII Banten terus mendorong penguatan kemandirian santri melalui program kewirausahaan berbasis pesantren. Upaya tersebut diperkuat melalui silaturahim bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan DPMD Provinsi Banten, Kustantina, di Gedung LDII Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif di lingkungan santri.
Ketua LDII Banten, Dimo Tono Sumito, mengatakan bahwa pihaknya telah mengimplementasikan konsep ekonomi kreatif di lingkungan pesantren sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. “Kami mencoba mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan dengan praktik di lapangan agar santri memiliki keterampilan yang aplikatif,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang menuntut kesiapan semua pihak. Menurutnya, LDII Banten mendorong pemberdayaan berbasis teknologi sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam kepemimpinan. “Perempuan perlu terus belajar, beradaptasi, dan berani mengambil peran agar tidak tertinggal di era digital dan AI,” tambahnya.

Sementara itu, Kustantina menyambut baik langkah LDII dalam mengembangkan kewirausahaan santri. Ia menilai, penguatan ekonomi kreatif perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku usaha mendapatkan akses pelatihan, pendampingan, hingga pemasaran. “Harapannya semakin banyak peserta asuh di daerah yang mengayomi para penggiat ekonomi kreatif, baik dalam akses finansial, pasar, maupun legalitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan sektor ekonomi kreatif berpotensi menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah. “Jika ini berjalan baik, pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga berdialog mengenai berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk program pemerintah seperti pembangunan infrastruktur desa, sanitasi lingkungan, hingga program satu desa satu sarjana. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Uyun Kusuma (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
