Safari Dzuhur di Masjid Al Barokah, KUA Nanggulan Pererat Silaturahim dan Bagikan Bibit Nanas

 

Kulon Progo (15/5). Kepala KUA Kapanewon Nanggulan, Jemino, melaksanakan safari salat dzuhur di Masjid Al Barokah, Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (11/5). Kegiatan di masjid binaan LDII tersebut menjadi sarana silaturahim antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Jemino hadir bersama sejumlah staf KUA Nanggulan dan pegawai Kapanewon Nanggulan bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Turut hadir Ketua PC LDII Nanggulan, Suwarno, Ketua PAC LDII Jatisarono, Sulistiyono, serta jamaah salat dzuhur setempat.

Usai salat dzuhur berjamaah, Jemino menyampaikan materi mengenai keutamaan ibadah kurban menjelang Hari Raya Iduladha. Ia mengajak masyarakat mempersiapkan diri menyambut momentum tersebut dengan meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial.

Selain itu, Jemino juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat. “Kerukunan dan kebersamaan perlu terus dijaga agar lingkungan tetap aman dan damai,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Jemino turut membagikan bibit nanas kepada warga untuk ditanam dan dirawat bersama. “Silakan ditanam, semoga tumbuh subur dan memberikan manfaat. Ini salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif,” katanya.

Ia juga menyampaikan undangan kegiatan pengajian tingkat kapanewon serta pelatihan juru sembelih halal. Jemino berharap LDII dapat mengirimkan perwakilan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua PC LDII Nanggulan, Suwarno, menyampaikan apresiasi atas kunjungan safari dzuhur yang dilaksanakan KUA Nanggulan. “Kegiatan seperti ini bagus untuk menjalin ukhuwah dan kerukunan,” ujar Suwarno.

Menurutnya, pemberian bibit nanas juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik. “Nanas termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan. Insya Allah dapat membantu mendorong produktivitas masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara KUA, pemerintah kapanewon, dan masyarakat terus terjalin dengan baik guna mendukung terciptanya kehidupan yang rukun dan harmonis di Kapanewon Nanggulan.

 

Oleh: Andhika Widiasto (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.