Dukung Ketahanan Pangan, Ketua LDII Tanah Laut Hadiri Panen Raya Jagung Polda Kalsel

——————–

Tanah Laut (21/5). Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan bersama jajaran Polres Kabupaten Tanah Laut berhasil melaksanakan panen raya jagung serentak pada kuartal II tahun 2026. Dari kegiatan tersebut, total hasil panen di berbagai wilayah mencapai 100 ton jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Kegiatan panen raya ini dipusatkan di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Lokasi tersebut merupakan lahan binaan Polres Tanah Laut dengan luas sekitar 5 hektare yang menghasilkan estimasi panen sebanyak 20 ton jagung. Sementara itu, tujuh kabupaten lainnya di Kalimantan Selatan turut berkontribusi melalui lahan seluas 20 hektare dengan total produksi sekitar 80 ton jagung.

Wakapolda Kalsel Golkar Pangarso Rahardjo Winarsadi menyampaikan bahwa hasil panen jagung tersebut dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan cadangan jagung pipil kering. Nantinya, hasil panen akan disalurkan kepada Bulog, pabrik pakan ternak, serta peternak mandiri guna membantu menjaga stabilitas pasokan sekaligus harga di pasaran.

 

Anton Kuswoyo bersama Kapoles Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan.

 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut, Anton Kuswoyo. Anton Kuswoyo yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tanah Laut, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif jajaran kepolisian dalam menggalakkan sektor pertanian.

“Kami tentu sangat mendukung program ketahanan pangan ini. Kegiatan panen raya jagung bukan hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah, aparat kepolisian, masyarakat, dan berbagai elemen organisasi. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Anton Kuswoyo.

Menurutnya, program seperti ini perlu terus diperkuat karena memiliki dampak langsung bagi masyarakat, baik dari sisi ketersediaan bahan pangan, stabilitas harga, maupun peningkatan produktivitas pertanian lokal. Ia juga melihat Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penyangga produksi jagung di Kalimantan Selatan.

“Tanah Laut memiliki potensi pertanian yang sangat baik. Kami berharap program ini dapat terus berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak masyarakat, termasuk generasi muda, agar semakin peduli terhadap sektor pertanian,” tambahnya.

Di sisi lain, Wakapolda Kalsel yang hadir mewakili Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan, memberikan apresiasi kepada Kapolres Tanah Laut Ricky Boy Siallagan atas kontribusi besar Polres Tanah Laut dalam mengawal program ini hingga berjalan dengan baik.

Hingga saat ini, serapan jagung ke Bulog dari program tersebut tercatat telah mencapai 105,654 ton. Angka ini menunjukkan adanya tren positif dalam penyerapan hasil panen yang efektif untuk mendukung ketersediaan pangan di wilayah Kalimantan Selatan.

 

 

Oleh: Anton Kuswoyo (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.