PPG Sarolangun Targetkan Generus Takdhim dan Berbakti kepada Orang Tua

 

Sarolangun (21/5). Pengurus Penggerak Pembina Generus (PPG) LDII Sarolangun menargetkan pembentukan karakter generasi penerus (generus) yang memiliki sikap takdhim dan berbakti kepada orang tua dalam musyawarah rutin bulanan.

Musyawarah tersebut digelar di Masjid Nurussalam, Kelurahan Sukasari RT 11, Kecamatan Sarolangun, Jumat (15/5), dan diikuti puluhan pengurus dari berbagai bidang.

Ketua PPG Sarolangun, Fatah Dinu Mustaqim, menyampaikan bahwa pembinaan generasi penerus membutuhkan proses yang berkelanjutan dan terarah. PPG Sarolangun menargetkan dalam dua bulan ke depan generasi penerus memiliki karakter takdhim serta berbakti kepada kedua orang tua dan orang yang lebih tua.

“Semua membutuhkan proses untuk menjadikan generasi penerus berhasil, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Musyawarah ini menjadi sarana untuk merumuskan langkah ke depan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan waktu musyawarah secara optimal, mengingat pertemuan hanya dilaksanakan satu kali dalam sebulan. Seluruh usulan dan masukan diharapkan selaras dengan tujuan bersama.

“Kita pertemuan sebulan sekali, maka usulan dan masukan harus sesuai dengan keinginan kita bersama. Kita fokus pada program pembinaan generasi penerus, seperti pencapaian target kurikulum pembelajaran dan pembinaan karakter, supaya dimaksimalkan dengan baik,” harapnya.

Wakil Ketua PPG Sarolangun, Hidayat, menegaskan bahwa musyawarah tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi harus menghasilkan program yang dapat diterapkan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC).

“Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi harus menghasilkan program yang bisa langsung dipraktikkan untuk keberhasilan pembinaan generasi penerus,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan kehadiran sebagai faktor penunjang efektivitas musyawarah.

Kegiatan berlangsung dengan diskusi dan penyampaian saran dari pengurus. Musyawarah berakhir pukul 18.08 WIB dan ditutup dengan doa oleh Dewan Penasihat DPD LDII Sarolangun, Hariyono.

 

 

Oleh: Sholeh (contributor) / Dita Rahmatia (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.