Bangun Generasi Emas dari Altar Nikah, LDII Tekankan Empat Pilar Keluarga di KUA Tabir Timur

Merangin (2/6). Upaya membangun generasi emas sejak pra-nikah menjadi sorotan dalam pembekalan calon pengantin (catin) di KUA Tabir Timur, Kabupaten Merangin. Dalam kegiatan tersebut, tokoh LDII setempat, Ustadz Warsan Nurrohim, menekankan pentingnya empat pilar utama dalam membangun keluarga sakinah, mawadah, warahmah.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Nikah KUA Tabir Timur, Kamis (21/5), merupakan kolaborasi antara KUA dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), lembaga pemerintah yang bertugas mengelola program kependudukan, keluarga berencana, serta pencegahan stunting.
Dalam pemaparannya, Warsan menjelaskan bahwa keberhasilan membangun keluarga harmonis tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fisik, tetapi juga fondasi nilai dalam rumah tangga. Ia menyebut empat pilar utama, yaitu attahabu (saling mencintai), attasawur (saling bermusyawarah), atta’awun (saling tolong-menolong), dan atta’afuf (saling memaafkan).
“Ketika empat konsep dasar ini diterapkan, insyaallah akan terwujud keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BKKBN Kecamatan, Rubi, menegaskan pentingnya kesiapan kesehatan calon pengantin untuk mencegah stunting sejak awal. Menurutnya, pencegahan tidak hanya dilakukan setelah anak lahir, tetapi harus dimulai sejak sebelum pernikahan.
“Calon pengantin harus sehat secara fisik dan gizi sebelum memasuki masa kehamilan agar dapat melahirkan generasi yang berkualitas,” jelasnya.
Kepala KUA Tabir Timur, Muhamad, menyampaikan dukungannya terhadap program pencegahan stunting sebagai bagian dari pembinaan keluarga. Ia menilai sinergi antara KUA, BKKBN, dan elemen masyarakat, termasuk LDII, menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul.
Kegiatan yang diikuti sejumlah pasangan calon pengantin tersebut berlangsung interaktif, ditutup dengan sesi tanya jawab serta doa bersama. KUA Tabir Timur memastikan program pembekalan ini akan terus digelar secara rutin sebagai langkah nyata membangun generasi penerus bangsa yang sehat dan berkarakter.
Oleh: Sholeh (contributor) / Dita Rahmatia (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
