PAC LDII Kedung Waringin Sembelih 10 Ekor Sapi pada Iduladha 1447 H

Bogor (6/6). Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kedung Waringin melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban di Jalan Oscar No. 9 RT 003/RW 001, Cimanggu Perikanan, Kelurahan Kedung Waringin, Kota Bogor, Rabu (27/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut diikuti sekitar 130 peserta yang terdiri dari jamaah pengajian, serta unsur pemerintah dan keamanan setempat.
Ketua PAC LDII Kedung Waringin, Satria Manggala, mengatakan pada Iduladha tahun ini warga berhasil menghimpun 10 ekor sapi untuk dikurbankan. “Alhamdulillah, tahun ini warga pengajian PAC Kedung Waringin dapat mewujudkan penyembelihan 10 ekor sapi, ada peningkatan dari tahun lalu,” ujarnya.
Menurut Satria, pelaksanaan kurban merupakan bentuk ketaatan dalam menjalankan perintah Allah SWT sekaligus sarana mempererat hubungan antarwarga. “Semua ini tetap diniati bentuk ketaqwaan kita sebagai hamba Allah, menjalankan perintah-Nya,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan kurban dapat memperkuat kerukunan dan kebersamaan di lingkungan masyarakat. “Kegiatan rutin ini juga harapannya menambah kerukunan, kekompakan, dan keguyuban antarwarga,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kelurahan Kedung Waringin Masya Sondang, Kasi Kemas Nelsa Armanda, Kasi Ekbang Fitri Rezalni, Ketua LPM Sopian Tsauri, Ketua RW 001 Eda Rahardja, Ketua RT 003 Halim Alibasyah, Babinsa Serka Makmur Haryana, serta Bhabinkamtibmas Aipda Imam.
Proses penyembelihan, pencacahan, dan distribusi daging kurban dilakukan secara gotong royong oleh panitia dan warga. Daging kurban kemudian disalurkan kepada masyarakat sesuai data penerima yang telah disiapkan panitia.
Satria mengapresiasi partisipasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kurban tahun ini.
Melalui kegiatan tersebut, PAC LDII Kedung Waringin berharap pelaksanaan ibadah kurban dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara warga, pemerintah kelurahan, dan unsur keamanan setempat.
Oleh: Budi Setiadi (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
