Lintas Daerah

Tentukan Awal Zulhijah 1447 H, LDII Banten Gelar Pengamatan Hilal di Cikuasa Merak

——————–

Merak (2/6). Untuk menentukan awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah, DPW LDII Provinsi Banten menerjunkan Tim Rukyatulhilal untuk melakukan pengamatan hilal langsung di Cikuasa, Merak, Kota Cilegon, pada Minggu (17/5) sore.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan DPD LDII Kota Cilegon serta Tim Rukyatulhilal Pondok Pesantren Minhajurrosyidin. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII perihal pelaksanaan rukyatulhilal serentak di berbagai wilayah Indonesia.

Koordinator Rukyatulhilal DPW LDII Provinsi Banten, Hanif Abdul Rahmanto, menegaskan bahwa kehadiran tim di lapangan merupakan bagian dari peran serta organisasi dalam mendukung penegakan syariat Islam terkait kepastian waktu ibadah umat muslim.

“Kehadiran kami di Cikuasa ini adalah wujud kolaborasi yang kuat antara Tim Rukyatulhilal DPW LDII Banten, DPD LDII Kota Cilegon, dan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin dalam menentukan awal bulan qamariah secara sah,” ujar Hanif.

Berdasarkan data hisab astronomis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menjadi acuan di lapangan, posisi hilal di wilayah Kota Cilegon berada pada parameter yang cukup signifikan. Konjungsi matahari terjadi pada Minggu (17/5), pukul 03.05 WIB. Untuk wilayah Kota Cilegon, matahari terbenam tepat pukul 17.10 WIB dan bulan terbenam pada pukul 17.33 WIB.

Perwakilan Tim Rukyatulhilal Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Aji Prasetyo, menjelaskan bahwa menurut data hisab, tinggi hilal di Kota Cilegon berada pada 4,25 derajat, dengan sudut elongasi mencapai 9,79 derajat. Selanjutnya, posisi bulan berada di sebelah utara-atas matahari dengan fraksi iluminasi bulan sebesar 0,65 persen.

“Secara teoritis, posisi ketinggian hilal dan elongasi di Kota Cilegon kali ini sudah memenuhi kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat,” jelas Aji Prasetyo.

Hasil dari pemantauan bersama di Cikuasa ini nantinya akan dilaporkan secara resmi dan berjenjang ke tingkat pusat organisasi. Laporan tersebut kemudian dikirimkan sebagai masukan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan 1 Zulhijah dan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Melalui partisipasi aktif ini, diharapkan kebersamaan yang berlandaskan sains astronomi dan syariat Islam dapat terus terjaga demi memperkuat persatuan, ukhuwah islamiah, serta kekhusyukan ibadah kaum muslimin di Indonesia.

 

 

Oleh: Bung Pream (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *