Ratusan Santri Ponpes Tawakkal Jambi, Dorong Semangat Belajar Lewat Pembinaan Spiritual Subuh

Jambi (17/4). Seusai libur Idulfitri, suasana belajar mulai kembali hidup di Masjid Tawakkal, RT 08, Kelurahan Wijaya Pura, Jambi Selatan. Lebih dari 300 santri dan warga berkumpul mengikuti Nasihat Ba’da Subuh, Ahad (5/4/2026) pagi.

Kegiatan ini sengaja digelar untuk membangkitkan semangat belajar santri setelah longgarnya rutinitas selama hari raya.

Pemateri yang dihadirkan adalah Bro Hubungan Antar Lembaga (HAL) DPW LDII Provinsi Jambi, Ustaz Ali Musthofa, S.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Pondok Pesantren Tawakkal Jambi.

Dalam tausiahnya, Ustaz Ali menekankan pentingnya menjaga ritme ibadah dan belajar agar iman dan takwa tetap terjaga. Ia membeberkan lima kunci sukses bagi santri dalam menempuh pendidikan di pesantren: Hobi mengaji, hobi mendengarkan nasihat, bergaul dengan orang saleh, disiplin dan tertib, taat terhadap aturan.

“Ilmu adalah nyawanya Islam. Dengan ilmu, iman seseorang bisa tegak. Ini hanya bisa terwujud apabila ananda sekalian menjadikan mengaji dan mendengarkan nasihat sebagai hobi,” tegas Ustaz Ali.

Ia juga menyoroti fenomena santri yang masih bermalas-malasan karena aktivitas mengaji belum menjadi hobi. “Ngajinya hanya sekadar hadir fisik saja, sementara batinnya entah ke mana,” imbuhnya.

Mengingat lokasi pondok yang berada di tengah pemukiman warga, Ustaz Ali mengajak masyarakat turut berperan aktif dalam pengawasan. Ia berpesan agar santri pandai memilih teman meski sudah berada di lingkungan pondok, guna menghindari pengaruh buruk.

Dukungan senada disampaikan oleh H. Achiyar Rosidi. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pihak pondok dan warga merupakan kunci utama. “Kerja sama yang baik diharapkan menghasilkan lulusan yang tidak hanya mumpuni secara keilmuan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitarnya,” ujar Achiyar.

Semangat ini dirasakan langsung oleh Rifki, santri kelas 7 asal Jambi Luar Kota. Meski baru kurang dari satu tahun menetap di pondok, ia merasa nyaman dan memiliki target besar. “Saya senang dan nyaman di sini. Insya Allah, target saya sebelum lulus SMP bisa ikut tes mubaligh,” tutur Rifki.

 

 

 

Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.