PC LDII Panggang Dorong Takmir Masjid Perkuat Pengajian Anak dan Remaja Pasca Lebaran

 

Gunung Kidul (20/4). Pimpinan Cabang LDII Kapanewon Panggang terus mendorong para takmir masjid di lingkungan binaannya agar lebih aktif menghidupkan kegiatan pengajian anak-anak dan remaja. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya membangun generasi muda yang berkarakter kuat di tengah berbagai tantangan zaman.

Salah satu yang langsung merespons adalah Takmir Masjid Al Fatah Panggang. Usai Idulfitri 1447 H, mereka kembali menggairahkan pengajian usia anak-anak yang dikenal dengan sebutan caberawit. Kegiatan ini disambut antusias oleh para santri kecil.

Pada Kamis (9/4), suasana pengajian tampak hidup ketika Ustaz muda Satrio menyampaikan materi dengan pendekatan interaktif. Ia mengemas pembelajaran agama secara komunikatif, diselingi tanya jawab dan praktik sederhana, sehingga anak-anak tidak hanya memahami, tetapi juga menikmati pelajaran.

“Alhamdulillah, anak-anak terlihat senang dan semangat mengikuti pengajian. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang sholih dan sholihah,” ujar Satrio di sela kegiatan.

Salah satu pengurus Masjid Al Fatah, Arifin mengapresiasi metode yang digunakan. Menurutnya, pengajian seperti ini sangat penting sebagai wadah pembinaan sejak dini.

“Kami berterima kasih atas kontribusi Ustaz Satrio. Kami berkomitmen untuk menjaga kesinambungannya,” ungkap Arifin.

Ketua PC LDII Panggang Nur Suhud menegaskan bahwa sinergi antarpengurus masjid di lingkungan binaan LDII menjadi kunci keberhasilan pembinaan generasi muda.

“Kita tidak boleh lengah dalam membina putra-putri kita. Mereka harus dibekali nilai-nilai agama yang kuat agar mampu menghadapi derasnya pengaruh zaman. Melalui pengajian yang rutin dan terarah, insyaAllah akan lahir generasi berakhlak luhur,” tegas Nur Suhud.

Ia juga mengimbau seluruh pengurus masjid untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran agar kegiatan pengajian tetap menarik dan relevan dengan perkembangan anak-anak dan remaja saat ini.

Dengan semangat kebersamaan antara pengurus, ustaz, dan masyarakat, pengajian caberawit diharapkan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan tangguh menghadapi masa depan.

 

 

 

Oleh: Supardo Kayat (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.