Perkuat Karakter Profesional Religius, PPM Al-Kautsar dan Baitul Jannah Gelar Festival Santri Soleh

——————–
Malang (30/4). Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al-Kautsar dan PPM Baitul Jannah binaan LDII Malang menggelar Festival Santri Soleh (FSS) di Rest Area dan Pusat Oleh-Oleh HC Putra, Kota Batu, Sabtu (25/4).
Festival yang diikuti 146 santri dari kedua pondok ini mengusung tema “Santri Berkompetisi Meneguhkan Karakter Islam dan Mewujudkan Prestasi sebagai Pilar Generasi Unggul”.
Kegiatan tahunan yang telah digelar sejak 2013 ini memperlombakan berbagai cabang, antara lain da’i, tahfidz, cerdas cermat, makna Al-Qur’an, dan video profil ma’had. Tahun ini ditambah dua cabang baru yaitu Debat Bahasa Indonesia dan Business Model Canvas.
Usman Az-zakky, pengurus PPM Baitul Jannah, menyampaikan bahwa kedua lomba baru tersebut bertujuan mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif santri agar dapat diterapkan di dunia nyata.
“ Kedua lomba tersebut memiliki nilai-nilai kompetitif dan berpikir kritis yang akhirnya memacu cara berpikir kreatif untuk diterapkan di dunia nyata,” ujar Usman.
Darmawansyah Yudhistira dari kontingen debat PPM Al-Kautsar menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya mengembangkan nilai keagamaan, tetapi juga nilai profesionalisme santri.
“Terlebih lagi kita di sini ada adu gagasan, yang mana kita sebagai santri juga ikut mengembangkan pikiran dalam ranah akademis,” katanya.
Febriana Nurdaningrum, kontingen lomba da’i dari PPM Baitul Jannah yang berhasil meraih juara 2, mengungkapkan persiapannya hanya lima hari. Meski demikian, ia mengoptimalkan pembuatan teks agar materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh semua peserta.
Atas prestasi tersebut, PPM Baitul Jannah berhasil keluar sebagai juara umum. Festival Santri Soleh ini diharapkan dapat memunculkan bakat para santri, meningkatkan potensi, serta mengembangkan cara berpikir kreatif. Prestasi dan ilmu yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di pondok masing-masing maupun di masyarakat luas.
Oleh: Aldin Arma Nasrillah (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
