LDII Kedaton Perkuat Keimanan dan Moderasi Sosial Lewat Pengajian Akbar

 

Bandar Lampung (13/5). Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Kedaton memperkuat kualitas keimanan dan moderasi sosial masyarakat melalui Pengajian Akbar yang digelar di Masjid Al-Munawaroh, Selasa (5/5) malam. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai remaja hingga lanjut usia.

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Lampung, H. Heri Sensustadi, dan Bendahara DPW LDII Provinsi Lampung, H. Suhaimi. Keduanya menyampaikan tausyiah agama kepada seluruh warga yang hadir.

Dalam tausyiahnya, Heri Sensustadi menekankan pentingnya manajemen waktu dan peningkatan ibadah sebagai upaya memperkuat kualitas keimanan. Ia mengingatkan warga agar memegang prinsip lima perkara sebelum datangnya lima perkara.

“Manfaatkan masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, waktu luang sebelum sibuk, dan hidup sebelum mati,” ujarnya.

Ia juga mengajak warga memanfaatkan masa sehat dengan memperbanyak ibadah sunnah, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir kepada Allah SWT. Dalam bidang ekonomi, Heri mendorong umat Islam untuk memperbanyak sedekah, investasi akhirat, dan amal jariyah sebagai bekal kehidupan di akhirat.

Selain itu, Heri menegaskan pentingnya pengelolaan waktu secara efektif agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan bernilai ibadah dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ia mengingatkan pentingnya menjaga moderasi sosial dengan menghindari berbagai penyakit masyarakat.

“Umat Islam harus menjauhi perjudian, kemaksiatan, pencurian, minuman keras, hingga penyalahgunaan narkoba demi terciptanya kemaslahatan bersama,” tegasnya.

Sebagai penutup, Heri menyampaikan empat langkah untuk menjaga dan memperkuat keimanan, yakni senantiasa berdoa, mengagungkan Allah SWT, bersungguh-sungguh dalam beribadah, dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan.

Melalui Pengajian Akbar tersebut, PC LDII Kedaton berharap dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan sosial yang harmonis.

 

Oleh: Yaumi Maulida Khosy (contributor) / FF (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

Leave a Reply

Your email address will not be published.