Ribuan Pelajar Jambi Deklarasikan Penolakan IRET dan Perundungan di GOR Kota Baru
Jambi (13/5). Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Provinsi Jambi memadati GOR Kota Baru, Kota Jambi, pada Kamis (7/5/2026), untuk mendeklarasikan penolakan terhadap paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta gerakan antiperundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan bertajuk “Deklarasi Akbar Tolak Paham IRET dan Perundungan di Lingkungan Pendidikan Provinsi Jambi” tersebut digagas oleh Satgaswil Jambi Densus 88 AT Polri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, dan Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Suasana GOR Kota Baru tampak penuh semangat sejak pagi hari. Para pelajar yang hadir tidak hanya mengikuti pembacaan deklarasi, tetapi juga mendapatkan edukasi interaktif mengenai bahaya perundungan yang belakangan marak terjadi di dunia pendidikan.
Salah satu sekolah yang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan itu adalah SMA Tri Sukses Boarding School Jambi, sekolah di bawah naungan DPW LDII Provinsi Jambi.
Kepala Satgaswil Jambi Densus 88 AT Polri dalam sambutannya menegaskan bahwa pelajar kerap menjadi target penyebaran paham radikal karena berada pada fase pencarian jati diri.
“Deklarasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi benteng moral bagi generasi muda agar tidak terpapar paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan,” ujarnya.
Perwakilan guru SMA Tri Sukses Boarding School Jambi, M. Rama Martin, yang mendampingi para siswa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun karakter generasi muda yang moderat dan humanis.
“Kami ingin seluruh peserta didik, bukan hanya dari Tri Sukses tetapi juga di seluruh Jambi, menjadi generasi yang menjunjung tinggi persatuan, saling menghargai, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Ini investasi jangka panjang untuk menjaga kedamaian Indonesia,” kata Rama.
Menurutnya, perundungan dan intoleransi harus dicegah sejak dini melalui pendidikan karakter dan penguatan nilai kebangsaan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Ahmad Nur Khasanah, siswa kelas XI SMA Tri Sukses Boarding School Jambi, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya jadi lebih memahami pentingnya menjaga toleransi dan menghormati perbedaan. Ejekan kecil yang sering dianggap sepele ternyata bisa melukai orang lain. Kami diajarkan untuk berani menolak perundungan dan tidak diam melihat teman menjadi korban,” ungkap Ahmad.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari itu ditutup dengan pembacaan ikrar bersama dan penandatanganan komitmen pada spanduk putih sepanjang 10 meter sebagai simbol kesepakatan bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, harmonis, dan bebas dari paham kekerasan.
Para guru dan orang tua yang hadir turut mengapresiasi kolaborasi antara kepolisian, instansi pendidikan, dan sekolah-sekolah dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang damai dan berkarakter di Provinsi Jambi.
Oleh: Sholeh (contributor) / FF (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri

