LDII dan PPG Bontang Gelar Pembekalan Guru Generus untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Karakter Anak

Bontang (16/6) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bontang bekerja sama dengan Penggerak Pembina Generus (PPG) Bontang menggelar kegiatan Pembekalan Guru Generus dan Orang Tua di ruang pertemuan Kantor sekretariat DPD LDII Kota Bontang, pada Rabu (16/6).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru generus dan orang tua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan, perilaku, dan pembelajaran di era modern.
Wakil Ketua DPD LDII Kota Bontang, Suliyono, dalam sambutannya pentingnya peran mubaligh dan pendidik dalam membentuk karakter generasi muda.
“Peran mubaligh sangat strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Mubaligh harus mampu menjadi sahabat edukasi yang relatable, yaitu menggunakan pendekatan komunikasi yang adaptif dan dialogis sehingga dapat menjadi teman diskusi yang nyaman serta memahami kondisi psikologis remaja saat ini,” ujarnya.

Dalam sesi materi utama, narasumber dr Arlita Putri, Sp.A menjelaskan bahwa keberhasilan belajar anak tidak hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasan, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan perkembangan, kemampuan fokus, memori kerja (working memory), perilaku, kemampuan bahasa, fungsi eksekutif, serta dukungan lingkungan yang tepat.
Ia menjelaskan bahwa kesulitan belajar merupakan kondisi nyata yang dapat dialami anak meskipun telah memperoleh kesempatan belajar yang memadai. Kesulitan tersebut dapat bersifat umum maupun spesifik sehingga memerlukan identifikasi dan penanganan yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya kemampuan fokus, working memory, serta keterampilan pra-akademik sebagai fondasi kesiapan belajar. Kemampuan memahami konsep posisi, urutan (sequence), mengikuti instruksi bertahap, hingga mengingat informasi menjadi keterampilan dasar yang perlu berkembang sesuai usia sebelum anak menghadapi tuntutan akademik yang lebih kompleks.
Dalam sesi identifikasi perilaku anak, dijelaskan bahwa setiap perilaku merupakan bentuk komunikasi yang memiliki tujuan tertentu, seperti mencari perhatian, menghindari tugas, memperoleh sesuatu yang diinginkan, atau memenuhi kebutuhan sensori. Oleh karena itu, perilaku yang dianggap bermasalah perlu dipahami penyebabnya melalui observasi yang sistematis, bukan sekadar diberi label negatif.
Salah satu pemateri, Likha, menambahkan bahwa gangguan perilaku anak merupakan bentuk komunikasi yang menunjukkan adanya kebutuhan atau kesulitan yang sedang dialami anak. Dengan melakukan pengamatan yang tepat, memahami penyebab perilaku, serta memberikan pendampingan yang positif dan sesuai kebutuhan, proses pembelajaran, pembentukan akhlak, dan pengembangan karakter anak dapat berjalan secara optimal.
Materi skrining perkembangan juga menekankan pentingnya deteksi dini terhadap berbagai kondisi yang dapat memengaruhi proses belajar, seperti Gangguan Spektrum Autisme (GSA), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD/GPPH), hambatan bahasa, serta kesulitan belajar spesifik. Penggunaan instrumen skrining dapat membantu mengenali tanda-tanda risiko sejak dini sehingga anak memperoleh evaluasi dan intervensi yang tepat.
Selain itu, peserta diperkenalkan dengan pentingnya penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI) bagi anak yang membutuhkan layanan khusus. Melalui PPI, tujuan, strategi, media, dan evaluasi pembelajaran dapat disesuaikan dengan profil kemampuan dan hambatan masing-masing anak sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan bermakna.
Melalui kegiatan ini, LDII dan PPG Bontang berharap para guru generus dan orang tua semakin mampu mengenali kebutuhan unik setiap anak, melakukan deteksi dini terhadap hambatan perkembangan dan pembelajaran, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dengan pemahaman yang tepat, kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua, serta intervensi yang konsisten, setiap anak diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensinya dan meraih keberhasilan belajar yang terbaik.
