LDII Sri Sembilan Gelar Musyawarah Persiapan Idul Adha 1447 H

Merangin (2/6). Warga dan pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Desa Sri Sembilan, Kecamatan Tabir Timur, Kabupaten Merangin, menggelar musyawarah persiapan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al Manshurin, Kamis (21/5).
Musyawarah dihadiri pengurus inti, panitia kurban, serta sejumlah warga LDII setempat. Pembahasan meliputi persiapan teknis pelaksanaan kurban, mulai dari penyembelihan hewan, pembagian tugas panitia, hingga mekanisme distribusi daging kepada masyarakat.
Acara dibuka oleh Ustadz Sahidun. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga adab dan etika bermusyawarah agar keputusan yang dihasilkan dapat diterima bersama serta membawa manfaat.
“Musyawarah bukan hanya membahas pekerjaan, tetapi juga bagian dari ibadah. Karena itu harus dilakukan dengan penuh keikhlasan, saling menghargai, dan mengutamakan kepentingan bersama,” ujarnya.
Tata tertib musyawarah juga dibacakan sebagai pedoman, di antaranya peserta diminta menyampaikan pendapat secara santun, tidak memotong pembicaraan, serta menerima hasil keputusan dengan lapang dada.
Sebelum pembahasan teknis, tokoh senior LDII Sri Sembilan, Surono, menyampaikan tausiah mengenai makna ibadah kurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengorbanan.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kurban tidak hanya ditentukan jumlah hewan, tetapi juga kesiapan panitia dalam melayani masyarakat secara tertib dan bertanggung jawab.
“Jangan sampai ada warga yang merasa terabaikan. Semua harus diatur dengan baik agar pelaksanaan kurban berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Hasil musyawarah menyepakati delapan ekor hewan kurban akan disembelih pada Iduladha mendatang, terdiri atas lima sapi dan tiga kambing. Penyembelihan dijadwalkan setelah salat Idul Adha sekitar pukul 07.30 WIB.
Selain itu, dibentuk sejumlah tim kerja meliputi tim penyembelihan, kebersihan, pengemasan, dan distribusi. Panitia juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan.
Sebagai langkah antisipasi, dibentuk Tim Cepat Tanggap yang bertugas menangani kendala teknis maupun keluhan masyarakat.
Musyawarah berlangsung tertib kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Sahidun.
Oleh: Sholeh (contributor) / Dita Rahmatia (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
