LDII Banten Jadi Tuan Rumah Diskusi Interaktif Enam Agama

——————–
Serang (6/1). Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Banten menjadi tuan rumah pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Deteksi Dini Konflik Berdimensi Keagamaan dengan tema Penguatan Moderasi Beragama”. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Agama Provinsi Banten bersama Balai Litbang Agama Jakarta, dan berlangsung di Gedung DPW LDII Banten, Kabupaten Serang, pada Rabu (8/10).
FGD ini merupakan bagian dari program kerja Balai Litbang Agama Jakarta yang dilaksanakan di Provinsi Banten. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan potensi konflik keagamaan melalui penguatan nilai toleransi, komunikasi, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Kepala Balai Litbang Agama Jakarta Irhason, dalam sambutannya, menjelaskan urgensi pelaksanaan FGD tersebut. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi program prioritas untuk menangani potensi resistensi dan konflik berdimensi keagamaan secara cepat, tepat, dan efisien. “Yang terpenting, diskusi ini diharapkan menghasilkan rumusan konkret yang bermanfaat bagi Provinsi Banten,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi aktif dalam forum diskusi agar dapat melahirkan gagasan dan langkah strategis pencegahan konflik keagamaan. “Diskusi ini bukan hanya untuk berbagi pendapat, tetapi juga merumuskan langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama,” tambahnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Amrulloh yang membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa konflik keagamaan dapat terjadi, baik secara internal maupun antarumat beragama. Menurutnya, perbedaan dalam beragama merupakan sesuatu yang harus dihargai dan tidak dijadikan sumber konflik.
Ia juga mengingatkan bahwa potensi konflik di masyarakat tidak hanya dipicu oleh perbedaan agama, tetapi juga dapat muncul akibat faktor ekonomi, bisnis, maupun budaya. “Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam menjaga masyarakat agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Amrulloh menyampaikan apresiasi kepada DPW LDII Banten atas kesediaannya menjadi tuan rumah kegiatan. Ia berharap ke depan Kementerian Agama Provinsi Banten dan LDII dapat terus menjalin kerja sama dan silaturahim dalam berbagai kegiatan.
FGD ini turut menghadirkan Wakil Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Ali Muhtarom serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Banten Romly sebagai narasumber. Hadir pula Ketua DPW LDII Banten Dimo Tono Sumito, Sekretaris DPW LDII Banten Kabid Bagaskara, pengurus Lines Banten, perwakilan enam agama, yakni Islam, Kristen, Protestan, Buddha, Hindu, dan Konghucu, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, serta tokoh budaya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat deteksi dini serta pencegahan potensi konflik keagamaan, guna menjaga kerukunan dan ketenteraman masyarakat di Provinsi Banten.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
