LDII Papua Barat Hadiri Tatap Muka Kapolda, Sepakat Jaga Kerukunan dan Kamtibmas

Manokwari (6/1). Kapolda Papua Barat Johni Edizon Isir menggelar pertemuan tatap muka dengan tokoh lintas agama untuk membahas penguatan kerukunan umat beragama dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Kegiatan berlangsung di Hotel Aston Niu, Manokwari, Selasa (30/12).
Dalam sambutannya, Kapolda Papua Barat menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama atas kontribusinya menjaga situasi yang aman dan damai. Ia mengungkapkan bahwa jumlah personel Polda Papua Barat saat ini baru terpenuhi sekitar 53 persen, sehingga sinergi dengan tokoh agama dan masyarakat menjadi kebutuhan strategis. “Dengan keterbatasan jumlah personel serta sarana dan prasarana, Polda Papua Barat tidak mungkin bekerja sendiri. Kolaborasi dan sinergi dengan tokoh agama merupakan kunci utama untuk menjaga situasi yang aman dan damai,” ujar Johni Edizon Isir.
Kapolda menegaskan bahwa pemuka agama merupakan pilar penting dalam menjaga nilai moral dan etika di tengah masyarakat. Ia juga mengingatkan tantangan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan dampak negatif media sosial terhadap generasi muda, seperti perundungan, kekerasan, dan potensi radikalisme. Untuk itu, ia mengajak tokoh agama dan pendidik meningkatkan pengawasan serta pembinaan karakter anak dan remaja.
Sementara itu, Wakil Ketua II Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Barat Pithein Maniani, menyampaikan bahwa Papua Barat pernah menempati posisi puncak indeks kerukunan umat beragama pada 2019. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama erat antara pemerintah dan tokoh agama. “Kerukunan umat beragama menjadi fondasi penting dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, karena keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada stabilitas dan kerukunan masyarakat,” ujarnya.
Ketua LDII Papua Barat Suroto, yang hadir bersama jajaran pengurus, mengapresiasi capaian indeks kerukunan umat beragama di Papua Barat yang konsisten berada pada peringkat atas secara nasional. Ia menilai hal tersebut mencerminkan kuatnya kesadaran toleransi sebagai warisan luhur bangsa. “Hal ini terlihat nyata pada perayaan hari-hari besar keagamaan, di mana masyarakat bersama TNI dan Polri bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.
Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan tokoh agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha, serta pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Papua Barat sebanyak 20 orang. Kegiatan mengusung tema “Bersinergi Mewujudkan Asta Cita untuk Pembangunan Papua Barat dan Semangat Toleransi Bersama Tokoh Lintas Agama Guna Menciptakan Harkamtibmas di Wilayah Papua Barat.” Pertemuan ditutup dengan penandatanganan dan pembacaan deklarasi damai oleh perwakilan lima agama, sebagai komitmen bersama untuk mendukung Asta Cita dan menciptakan harkamtibmas yang kondusif di wilayah Papua Barat.
Oleh: Agus Irawan (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
