Wakil Rektor UIN Maulana Hasanuddin Jadi Pemateri FGD di Gedung LDII Banten, Perkuat Kerukunan Beragama

Serang (6/1). DPW LDII Banten menjadi tuan rumah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Kementerian Agama Provinsi Banten bekerja sama dengan Balai Litbang Agama Jakarta. Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah strategis dalam mendeteksi dini serta mencegah potensi konflik internal umat beragama di Provinsi Banten.
FGD ini menghadirkan Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Hasanuddin, Ali Muhtarom, sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia menyampaikan materi terkait mitigasi dan pencegahan paham ideologi radikalisme, terorisme, dan intoleransi.
“Agama hadir untuk membawa kedamaian, jangan sampai agama justru menjadi pemicu konflik,” ujar Ali Muhtarom.
Ia menilai, melalui FGD ini dapat ditanamkan kembali semangat nasionalisme sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme yang dapat menyebar tanpa disadari, seiring pesatnya perkembangan teknologi.
“Semoga kita semua terbebas dari pengaruh paham yang radikal, sehingga dapat bersama-sama mencapai kemakmuran. Tanpa disadari, pengaruh itu bisa saja ada di sekitar kita, karena itu sosialisasi ini menjadi momen penting untuk menanamkan kembali rasa cinta tanah air,” ungkapnya.
Ali Muhtarom juga mengapresiasi dukungan Balai Litbang Agama Jakarta dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten yang telah mendukung pelaksanaan FGD terkait pencegahan paham radikal di lingkungan kerja dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa upaya penanggulangan terorisme tidak hanya menjadi tanggung jawab aparatur negara, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda lintas agama.
“Kami di kampus tidak bisa bekerja sendiri. Banten memiliki lebih dari 12,63 juta jiwa penduduk. Tanpa dukungan pemuka agama dan masyarakat, upaya pencegahan akan sulit berhasil. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak, termasuk keluarga besar LDII Banten, untuk bersama-sama menjaga diri dari paparan ekstremisme,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Bagaskara selaku Sekretaris DPW LDII Banten yang bertindak sebagai moderator FGD, menyimpulkan pentingnya sikap toleransi antarumat beragama. “Kita sebagai umat Islam harus mampu berdampingan dengan semua agama yang ada, karena silaturahmi tidak harus terbatas pada sesama umat Islam saja,” ucapnya.
FGD tersebut diikuti tokoh agama lintas keyakinan, akademisi, serta aktivis sosial. Melalui dialog yang intensif, kegiatan ini menghasilkan kesepahaman bersama tentang pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga harmoni dan memperkuat kohesi sosial di Provinsi Banten.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
