DPW LDII Banten Gelar Pelatihan Teknik Public Speaking Melalui Praktik Langsung

DPW LDII Provinsi Banten menggelar “Pelatihan Pengelolaan Acara dan Public Speaking”. Foto: LINES.

Serang (7/1). DPW LDII Banten menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Acara dan Public Speaking yang diikuti 80 peserta dari perwakilan masing-masing DPD LDII se-Banten. di Gedung LDII Banten, Kramatwatu, Kabupaten Serang, Minggu (5/10). Kegiatan ini berfokus pada peningkatan keterampilan berbicara di depan publik secara terstruktur agar lebih efektif.

Pemateri, Wawan Setiawan, membuka sesi dengan materi konsep dasar public speaking yang menekankan penguasaan diri dan struktur penyampaian. Ia menegaskan pentingnya pemahaman diri sebelum tampil di hadapan audiens.

“Seorang pembicara harus memahami dirinya terlebih dahulu sebelum tampil di depan umum. Ada tiga aspek utama yang wajib diperhatikan: percaya diri, isi materi, dan cara penyampaiannya. Dengan mempelajari tiga pilar tersebut secara mendalam, pembicara akan mampu tampil secara berkesinambungan dalam menyajikan materi,” ujar Wawan.

Dalam pemaparannya, Wawan menerangkan bahwa materi pelatihan hanya menyampaikan 10 persen teori, sementara 90 persen sisanya harus dilatih dan dipraktikkan langsung oleh peserta. Para peserta dituntut untuk mengaplikasikannya agar teknik public speaking dapat diterapkan lebih efektif di hadapan audiens.

“Meskipun para peserta telah terbiasa dengan gaya lama mereka, kehadiran pengetahuan baru ini memaksa mereka untuk melakukan penyesuaian agar dapat menyampaikan dengan lebih baik sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah diajarkan,” jelasnya.

Selain konsep dasar public speaking, peserta juga dibekali tips menjadi pembicara yang unggul, diantaranya dengan menggunakan bahasa dan gerakan tubuh yang mampu menghipnotis audiens, sambil didukung dengan konsep (why) mengapa, (what) apa, dan (how) bagaimana.

Pelatihan juga menekankan teknik vokal dan intonasi untuk menunjang kemampuan menjadi pembawa acara. Wawan menekankan pentingnya variasi suara agar audiens tetap terlibat dan fokus.

“Menjadi pembicara yang baik itu bukan hanya soal apa yang disampaikan, tapi bagaimana cara menyampaikannya. Intonasi tinggi, sedang, dan rendah harus digunakan secara tepat agar pesan tersampaikan dengan efektif,” jelasnya.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk menyusun materi secara bersama. Perwakilan tiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil latihan di depan seluruh peserta.

Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada ketua kelompok yang dinilai mampu menampilkan penyampaian terbaik, baik dari aspek struktur materi maupun teknik komunikasi sesuai panduan yang diajarkan.

Oleh: Bung Pream (contributor) / Dita Rahmatia (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.