LDII Banten Jadi Tuan Rumah FGD Moderasi Beragama Balai Litbang Agama Jakarta

Serang (7/1). DPW LDII Banten menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) dan dialog interaktif penguatan moderasi beragama yang digelar oleh Balai Litbang Agama Jakarta bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten. Acara berlangsung di Gedung DPW LDII Banten pada Rabu (8/10), yang dihadiri tokoh lintas agama, penyuluh agama, akademisi, serta jajaran pegawai Kanwil Kemenag Banten.
Kakanwil Kemenag Banten, Amrullah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi kerukunan umat beragama dan keutuhan bangsa. “Moderasi beragama bukan sekadar program seremonial. Ini adalah hal yang serius karena berdampak pada merawat keutuhan bangsa dan menjaga persatuan di atas perbedaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penghargaan terhadap perbedaan keyakinan merupakan keharusan yang telah dijamin dalam UUD 1945. Karena itu, moderasi beragama harus diperkenalkan ke seluruh lapisan masyarakat. “Semua lembaga pendidikan dan seluruh jenjang masyarakat harus mengenal moderasi beragama, sesuai amanat pasal 29 UUD 1945 yang menjamin kemerdekaan memeluk agama dan beribadah menurut keyakinannya,” tegasnya.
Amrullah berharap peserta FGD dapat menyebarluaskan pemahaman tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Ia menilai peran tokoh agama, akademisi, dan penyuluh lintas agama sangat strategis dalam menjaga stabilitas sosial. Sehingga, hasil diskusi tidak boleh berhenti pada forum, melainkan harus diterapkan secara nyata untuk memperkuat toleransi.
Sementara itu, Kepala Balai Litbang Agama Jakarta, Irhason, menekankan bahwa moderasi beragama harus dipahami sebagai modal sosial yang menguatkan masyarakat dan keberagaman suku, bangsa, dan agama merupakan realitas yang harus dirawat bersama.
“Ini modal sosial bagi kita semua untuk merawat kehidupan, karena Allah ciptakan suku-suku dan bangsa-bangsa yang berbeda-beda, maka merawat keberagaman agama adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Irhason.
Ketua DPW LDII Banten, Dimo Tono Sumito, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan sebagai penyelenggara kegiatan. Ia berharap LDII Banten dapat terus berperan aktif dalam program-program lintas keagamaan di masa mendatang. “Terima kasih atas kepercayaan menjadikan LDII Banten sebagai tuan rumah FGD enam agama. Semoga kedepannya LDII Banten dapat terus bersinergi,” ungkapnya.
Oleh: Bung Pream (contributor) / Dita Rahmatia (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng
