Dialog Kerukunan Kemenag Pasangkayu Perkuat Sinergi Ormas Islam

Pasangkayu (12/1). Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu menggelar Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama bertema “Membangun Sinergi Umat untuk Indonesia Rukun dan Harmonis”. Kegiatan tersebut berlangsung di Dapur Tandjoeng, Pasangkayu, Senin (20/10), dan dihadiri berbagai organisasi masyarakat Islam, tokoh agama, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Kepala Kementerian Agama Pasangkayu Muhammad Hatta, menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman umat. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk mempererat kebersamaan. “Perbedaan itu jangan dijadikan alasan untuk terpecah. Justru harus menjadi warna yang memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kerukunan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. “Kerukunan lahir dari sikap saling menghormati, bukan menunggu orang lain berubah terlebih dahulu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Pasangkayu Jabaruddin Rowar, mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan internal antarormas Islam. Ia mengajak seluruh pimpinan ormas untuk membangun komunikasi yang baik dan menghindari prasangka negatif. “Kerukunan intern umat Islam adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan ada rasa saling curiga antarormas,” katanya.

Jabaruddin juga mengapresiasi peran Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang dinilai aktif berkontribusi bagi masyarakat dan mendukung kegiatan FKUB. “LDII konsisten peduli kepada masyarakat, termasuk berbagi daging kurban setiap tahun. Ini bisa menjadi contoh bagi ormas Islam lainnya,” ungkapnya.

Menurut Jabaruddin, indeks kerukunan umat beragama di Kabupaten Pasangkayu saat ini telah mencapai lebih dari 80 persen, yang mencerminkan kondisi hubungan antarumat yang harmonis.

Ketua DPD LDII Pasangkayu Lukman Efendi, menyatakan dukungannya terhadap program Kemenag dan FKUB dalam menjaga persatuan umat. “Kami mengapresiasi dialog ini sebagai wadah mempererat ukhuwah. Semoga indeks kerukunan yang sudah baik ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.

Dialog dilanjutkan dengan diskusi terbuka antarormas Islam. Para peserta sepakat bahwa meskipun memiliki metode dakwah yang berbeda, seluruh ormas memiliki tujuan yang sama, yakni membangun umat yang rukun, damai, dan berakhlak. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol komitmen menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Oleh: Anca (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPPDPPBangkalanTanarojaGunung KidulKotabaruBaliDIYJakpusJakselJatengKudusSemarangAcehBabelBalikpapanBandungBantenBanyuwangiBatamBatamBekasiBengkuluBontangCianjurClincingDepokGarutJabarJakartaJakbarJakutJambiJatimJayapuraJemberJeparaBEkasiBlitarBogorCirebonKalbarKalselKaltaraKaltengKarawangKediriKendariKepriogorBogorKutimLamonganLampungLamtimKaltimMadiunMagelangMajaelngkaMalukuMalutNabireNTBNTTPamekasanPapuaPabarPatengPemalangPurbalinggaPurwokertoRiauSampangSampitSidoarjoSukoharjoSulbarSulselSultraSumbarSumselSumutTanabanTangselTanjung Jabung BaratTegalTulung AgungWonogiriMinhajNuansaSako SPNSlemanTulang BawangWali BarokahZoyazanetaSulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.