Bedah Buku Nilai Kebajikan LDII Perkuat Komunikasi Antarumat

 

Manado (15/1). Kegiatan bedah buku “Nilai-Nilai Kebajikan Jamaah LDII: Dari Amal Saleh hingga Kemandirian” karya Ahmad Ali MD digelar di Swiss-Belhotel Manado, Kamis (27/11). Acara ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dan akademisi di Sulawesi Utara.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara, Ulyas Taha, yang membuka kegiatan tersebut, menilai LDII menunjukkan perubahan positif melalui pendekatan yang lebih terbuka dan mandiri. “LDII merupakan salah satu ormas keagamaan yang terus melakukan perubahan. Mereka menampilkan paradigma baru yang lebih terbuka serta menonjolkan kebajikan dan kemandirian,” ujarnya.

Ia menambahkan, forum ilmiah seperti bedah buku penting untuk membangun pemahaman yang jernih di tengah masyarakat. “Jika umat tercerahkan, kita tidak lagi disibukkan oleh hal-hal yang menguras energi, tetapi bisa fokus pada kepentingan umat yang lebih besar,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Sulawesi Utara, Abdul Wahab Abdul Gafur. Ia menilai dialog dan silaturahmi menjadi cara terbaik dalam membangun hubungan antarormas. “Kegiatan seperti ini sangat positif agar umat bisa mengetahui LDII secara lebih utuh,” tuturnya.

Diskusi buku menghadirkan pembahas dari kalangan akademisi dan pimpinan ormas Islam, yang menilai buku tersebut membuka ruang dialog baru terkait nilai-nilai kebajikan, amal saleh, dan kemandirian yang dikembangkan LDII dalam kehidupan sosial-keagamaan.

Ketua DPW LDII Sulawesi Utara, Djafar Wonggo, mengatakan buku ini menjadi sarana komunikasi yang efektif bagi masyarakat luas. “Buku ini bukan hanya referensi internal, tetapi juga jembatan komunikasi agar masyarakat memahami LDII secara objektif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ridwan Dawud Kristanto, menyampaikan bahwa kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi. “Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dan disiarkan secara daring agar warga LDII di berbagai daerah tetap bisa mengikuti,” katanya.

Bedah buku ini menjadi forum intelektual lintas ormas yang diharapkan dapat memperkuat ukhuwah, memperluas pemahaman publik, serta meneguhkan komitmen kebajikan dan kemandirian umat di Sulawesi Utara.

Oleh: Ridwan DK | S25RID | SULUT 3 (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.