Generus LDII Pamekasan Ikut World Clean Up Day 2025 di Pantai Branta

——————–

Pamekasan (17/1). Generus LDII Kabupaten Pamekasan turut ambil bagian dalam aksi bersih pantai bersama Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM) di Pantai Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Minggu pagi (12/10). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati World Clean Up Day 2025.

Aksi bersih pantai ini menjadi wujud peran aktif berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus kampanye untuk mengajak masyarakat merawat bumi sebagai tempat tinggal bersama. Keterlibatan LDII dalam kegiatan ini juga merupakan implementasi ajaran Islam untuk menjaga dan melestarikan alam sebagai bagian dari ibadah, seperti pengelolaan sampah yang baik, konservasi air, penggunaan energi ramah lingkungan, serta penghijauan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari itu melibatkan banyak unsur dan instansi, di antaranya Perhutani, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jajaran TNI dan Polri, organisasi kemasyarakatan, Pramuka, komunitas pecinta alam, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat setempat.

Ketua KPMM Endang Tri Wahyurini menjelaskan alasan pemilihan Pantai Tlanakan sebagai lokasi kegiatan. “Kami melihat lokasi ini sangat parah sampahnya, baik sampah yang terbawa arus laut maupun sampah yang dibuang langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Para relawan kemudian menyisir tumpukan sampah di kawasan Pantai Branta untuk dikumpulkan dan diangkut oleh petugas DLH Kabupaten Pamekasan. Dalam aksi tersebut, banyak ditemukan sampah anorganik seperti plastik, botol air minum, kaca, popok, dan berbagai jenis sampah lainnya.

Koordinator lapangan Generus LDII, Arbain, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi kebersihan pantai. “Saya sangat menyayangkan kenapa pantai justru dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa membangun kesadaran serta kepedulian kita bersama, setidaknya untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Generus LDII Pamekasan berharap dapat menumbuhkan kepedulian bersama terhadap lingkungan serta mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan alam sebagai tanggung jawab bersama.

 

 

 

 

Oleh: Wira Wiri (contributor) / Riska Sabilah (editor)

Kunjungi berbagai website LDII

DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng

Leave a Reply

Your email address will not be published.