Kemah Santri SAKO SPN DIY: Wujudkan Santri Hebat dan Karakter Luhur di Bantul

Bantul (22/1). LDII DIY melalui Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (SAKO SPN) menggelar Kemah Santri 2025 di halaman Pondok Pesantren Al Barokah, Kranggan, Sanden, dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia: Santri Hebat, Bangsa Bermartabat, Membumikan 29 Karakter Luhur.” Kegiatan ini memperingati Hari Santri Nasional dan diikuti ratusan santri pramuka dari berbagai pondok pesantren dan sekolah di bawah naungan LDII DIY.
Acara dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Iskak Budi Latihantoro, Andalan Daerah Urusan Sako dan Gugus Darma mewakili Kakwarda DIY, didampingi pejabat Forkompimda DIY, termasuk Kejaksaan Tinggi DIY, Kapolres Bantul, Kwarcab Bantul, dan Pinsakoda DIY. Kak Iskak menyampaikan bahwa santri adalah penjaga nilai-nilai luhur bangsa sekaligus motor kemandirian dan inovasi berakar pada keimanan. “Kalian adalah motor kemandirian dan inovasi ekonomi berbekal ilmu agama yang kokoh,” ujarnya.
Kakwarcab Bantul, Emi Masruroh, menekankan pentingnya kegiatan ini untuk menumbuhkan karakter santri. “Insya Allah, pemimpin masa depan lahir dari kalangan santri ini,” tuturnya. Sementara itu, Kak Sardjita, Pinsakoda SAKO SPN DIY, menambahkan bahwa kemah merupakan “sekolah alam” untuk mengembangkan kemandirian, kerjasama, dan karakter luhur melalui praktik langsung atau learning by doing.
Jiwantoro, Ketua Biro Hubungan Antar Lembaga DPW LDII DIY, menegaskan bahwa kemah santri mendukung delapan klaster pengabdian LDII, sekaligus memperkuat jejaring antarpesantren. Selama dua hari, para santri mengikuti kegiatan membuat jamu dan makanan tradisional, keterampilan pramuka, jelajah medan, serta kegiatan keagamaan yang menanamkan 29 karakter luhur.
Kegiatan ini juga dihadiri Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono, Mabida, alim ulama se-DIY, Forkompimkap Sanden, serta pengurus Sakoda dan Sakocab SAKO SPN se-DIY, memperkuat silaturahim dan kolaborasi antarpesantren di wilayah DIY.
Oleh: Andhika Widiasto (contributor) / Nisa Ulkhairiyah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
