Ketua LDII Kediri Hadiri Apel Hari Santri Nasional Bersama Bupati dan PCNU
Kediri (21/1). Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kediri Agus Sukisno menghadiri Apel Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Lapangan Canda Bhirawa, Pare, Kabupaten Kediri, Rabu (22/10).
Apel tersebut dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Kediri Muhammad Makmun Mahfudz serta Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito berpesan agar para santri terus menjaga semangat resolusi jihad serta berkontribusi aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mendukung pembangunan daerah.
“Para santri harus tetap menjaga resolusi jihad dengan semangat kebersamaan, menjaga NKRI, dan mendukung pembangunan Kabupaten Kediri,” ujar Dhito.
Dhito juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam pengembangan pondok pesantren. Saat ini tercatat sebanyak 51 pondok pesantren berkembang di Kabupaten Kediri. “Pondok-pondok pesantren ini harus mendapat perhatian lebih dari Pemkab Kediri. Karena itu, semangat membangun harus terus dijaga. Di sisi lain, kami juga akan menambah honor guru Madin dari Rp300 ribu menjadi Rp450 ribu per bulan yang akan direalisasikan pada tahun 2026,” tambahnya.
Sementara itu, Agus Sukisno mengapresiasi terselenggaranya Apel Hari Santri Nasional yang dinilai menjadi simbol persatuan dan semangat perjuangan santri. “Alhamdulillah, hari ini kami berkesempatan mengikuti Apel Hari Santri Kabupaten Kediri yang dihadiri langsung oleh Bupati Kediri. Momen ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meneladani semangat perjuangan para santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan meneguhkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Peringatan Hari Santri Nasional 2025 juga berlangsung semarak di berbagai wilayah Kabupaten Kediri. Sejumlah pondok pesantren di bawah naungan LDII, termasuk Pondok Pesantren Blawe, turut menggelar apel santri secara mandiri, sementara pondok lainnya mengikuti apel yang diselenggarakan pemerintah kecamatan setempat.
Di Pondok Pesantren Blawe, apel dipimpin Ketua pondok Iqbal Gunawan Sakti. Ia menyampaikan pesan agar Hari Santri menjadi momentum melahirkan pemimpin bangsa yang berkarakter dan berbudi luhur. “Momen Hari Santri adalah saat untuk melahirkan pemimpin bangsa yang berkarakter dan berbudi luhur, sebagaimana cita-cita para pendahulu agar Indonesia menjadi negara yang makmur dengan kepemimpinan yang amanah,” ujarnya.
Iqbal juga menegaskan peran strategis santri di era keterbukaan untuk menjadi teladan di tengah masyarakat. “Kepada para santri, jangan santai atau menyia-nyiakan amanah. Jadilah generasi yang menjaga kerukunan masyarakat dan mengawal pembangunan bangsa bersama para ulama sebagai panutan dan penengah,” tutupnya.
Oleh: Rozy Mujahid (contributor) / Riska Sabilah (editor)
Kunjungi berbagai website LDII
DPP, DPP, Bangkalan, Tanaroja, Gunung Kidul, Kotabaru, Bali, DIY, Jakpus, Jaksel, Jateng, Kudus, Semarang, Aceh, Babel, Balikpapan, Bandung, Banten, Banyuwangi, Batam, Batam, Bekasi, Bengkulu, Bontang, Cianjur, Clincing, Depok, Garut, Jabar, Jakarta, Jakbar, Jakut, Jambi, Jatim, Jayapura, Jember, Jepara, BEkasi, Blitar, Bogor, Cirebon, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, Karawang, Kediri, Kendari, Kepri, ogor, Bogor, Kutim, Lamongan, Lampung, Lamtim, Kaltim, Madiun, Magelang, Majaelngka, Maluku, Malut, Nabire, NTB, NTT, Pamekasan, Papua, Pabar, Pateng, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto, Riau, Sampang, Sampit, Sidoarjo, Sukoharjo, Sulbar, Sulsel, Sultra, Sumbar, Sumsel, Sumut, Tanaban, Tangsel, Tanjung Jabung Barat, Tegal, Tulung Agung, Wonogiri, Minhaj, Nuansa, Sako SPN, Sleman, Tulang Bawang, Wali Barokah, Zoyazaneta, Sulteng, Kota Kediri
